Top Social

Memiliki Mobil Itu Kebutuhan, Bukan Gaya-Gaya an

Thursday, June 13, 2019
Sumber : Fixabay

Masih segar di ingatan saya, bulan Juni pasca lebaran tahun lalu saya dan suami berencana ingin membeli sebuah mobil walaupun bekas pakai orang lain. Alasan kuatnya adalah dikarenakan kondisi Ayah saya yang sedang sakit, dan sudah lama sebenarnya dia menginginkan anaknya mempunyai mobil. Pada saat itu, saya, suami berserta ayah dan ibu saya mengobrol di ruang tamu sambil menikmati kue-kue lebaran yang masih ada.

Kemudian saya bilang ke Ayah, “Yah, Insya Allah di awal tahun 2019 kami akan membeli mobil bekas agar kita bisa sama-sama bepergian ke suatu tempat”. Terlihat pada waktu itu  Ayah saya sangat senang mendengar kami berencana membeli mobil. Bahkan ia rela memberikan sertifikat rumahnya untuk modal jikalau kami mau membeli mobil baru. Tapi, mempunyai banyak hutang bukanlah hobi saya dan suami, hal ini membuat kami membuang jauh-jauh niat untuk menggadaikan sertifikat rumah.

Kondisi ayah saya di bulan Juni itu masih agak kuat, meski sudah tidak bisa bepergian setidaknya masih bisa berjalan dari depan ke belakang rumah,  tapi kondisi ia dalam keadaan kesakitan itu lebih sering. Sehingga keinginan kami semakin kuat untuk segera memiliki sebuah mobil. 

Di bulan Juli pada tahun yang sama mendadak Ayah terkena serangan jantung yang membuat ia harus di operasi dan di pasang ring. Sejak masuk rumah sakit, Ayah hanya bisa bertahan sampai di 7 Oktober 2018. Saya merasa akhir tahun ini sangat menyedihkan untuk hidup saya. Karena saya belum sempat membeli mobil untuk digunakan kami sekeluarga berkunjung ketempat saudara-saudara yang lain. 

Saya akhirnya hilang semangat, keinginan yang kuat untuk memiliki mobil seakan tinggallah kenangan. Rencana hanyalah tinggal rencana, karena ketentuan Allah jauh lebih pasti dari segalanya. Tidak pernah lagi terlintas di pikiran saya untuk memiliki mobil dalam waktu dekat. Karena alasan kuat kami untuk memiliki mobil sudah tidak ada. 

Sampai akhirnya sebelum ramadhan tiba, saya mulai berpikir dengan kehadiran Ibu saya yang saat ini menjadi satu-satu nya surga yang berlabel orang tua. Saya berpikir, saya saat ini mempunyai satu surga yang ada di telapak kakinya. Surga inilah yang harus saya jaga hatinya, jaga bahagianya. Hingga akhirnya saya dan suami kembali merencanakan untuk membeli mobil di tahun depan. Insya Allah. 

Kami mulai mencari-cari tempat Jual Beli Mobil Bekas, saya menginginkan mobil minimal tahun 2000-an. Memiliki muatan minimal untuk 7 orang, sehingga bisa saya sekeluarga dan juga mertua jika sedang mudik bisa bepergian bersama. 

Alasan Saya Merencanakan Membeli Mobil Bekas

1. Harga Relatif Lebih Murah

Harga Mobil seken atau bekas relative lebih murah dari mobil baru, sehingga untuk orang-orang seperti saya lebih mudah menjangkau harga minimalis. Yang penting bisa muat minimal satu anggota keluarga untuk bepergian. Bagi saya, yang penting tidak kehujanan dan tidak kepanasan. 

2. Sebagai Mobil Pertama yang Bisa di Gunakan Untuk Belajar

Kami bukan terlahir dari orang tua yang serba ada, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan mesin dan telnologi harus dicari sendiri dan juga belajar sendiri. Membeli mobil bekas, sangat pas untk dijadikan media pertama dalam belajar berkendaraan mobil. Sehingga ketika membeli mobil baru, kita sudah lancar jaya dalam mengendarainya. 

3. Sangat Membantu Jika Ada Anggota Keluarga Yang Sakit

Becermin dari kondisi Ayah yang waktu itu sering sakit dan sering keluar masuk rumah sakit, dan selalu merepotkan Pak RT beserta tetangga dalam mengantaran kerumah sakit. Padahal rata-rata tetangga di dekat rumah memiliki mobil, namun karena dikeluarga saya belum ada yang bisa mengendarai mobil, kami  juga tidak bisa meminjam mobilnya saja. Sehingga jika meminjam mobil terpaksa dengan sopirnya juga. Padahal banyak yang menawarkan untuk membawa mobil  mereka jika ada keperluan mendesak. Dalam kondisi ini terkadang saya dan suami merasa sedih sehingga membuat rencana kami kembali kuat untuk segera memiliki mobil.

4. Berpotensi Pembelian Cash

Sejak awal pernikahan, saya dan suami sudah berkomitmen untuk tidak memiliki banyak hutang. Sehingga kami menjalani kehidupan dengan sederhana dan apa adanya. Begitu juga dengan perencanaan  membeli mobil, tidak mengapa mobil jelek, bekas dan juga murah. Yang penting belinya bisa cash atau setidaknya tidak mengandung riba di dalamnya. Agar semua barang yang kami miliki bisa berkah. Insya Allah



Itulah alasan mengapa saya lebih memilih di tahap awal ini untuk membeli mobil bekas saja. Alasan lainnya tentu karena belum tersampaikan keinginan Ayah untuk berkendara menggunakan mobil anaknya, sehingga saya berazzam agar Ibu bisa menikmati dan merasakan kendaraan roda empat anaknya. Bagi saya, bahagia Ibu adalah sumber rezeki buat saya.
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Auto Post Signature