Top Social

Bucket List: Punya Rumah di Bandung Buat Hunian Pensiun

Sunday, June 16, 2019
(foto: Vida)
Kalian pernah tidak, sih,berandai-andai soal hari tua? Semua orang pasti punya impian masing-masing soal masa pensiunnya. Ada yang mimpi untuk travelling, ada yang mimpi untuk buka usaha, ada juga yang mimpinya sekedar ngemong cucu saja cukup.

Saya sendiri ingin sekali menghabiskan masa pensiun di Bandung. Punya rumah di Bandung, tanam-tanam bunga di pekarangan, tiap minggu lari-lari pagi sambil belanja barang-barang yang saya tidak perlu di Gasibu. Hal-hal kecil seperti itu. Eh, punya rumah di Bandung buat masa pension memangnya hal kecil, ya? Haha.

Punya rumah di Bandung ini bisa dibilang masuk kedalam bucket list saya. Yup, daftar impian yang ingin saya penuhi sebelum saya mati. Kenapa bisa seperti itu, ya? Saya selalu merasa Bandung itu tempat paling ideal untuk menghabiskan masa pensiun. 

Setelah lelah dengan masa muda yang isinya kerja, kerja, dan kerja, saya rasa kita semua berhak untuk mendapat masa pensiun yang tenang dan tentram. Tentu saja kita harus cicil sedikit-sedikit supaya kita bisa mewujudkan itu. 

Saya sendiri sudah “nyicil” buat punya rumah di Bandung, persiapan untuk masa pension nanti. Barang kali, kamu ingin gabung dengan saya juga nanti buat hidup dengan tenang di Kota Kembang?

Nilai Lebih Rumah di Bandung Untuk Pensiunan

(foto: museumgedungsate.org)
Saya mau berbagi beberapa alasan yang membuat saya yakin punya rumah di Bandung itu pilihan yang paling tepat. Yang saat ini kepikiran, sih, ada 7 nilai lebih rumah di Bandung untuk kita menghabiskan masa-masa pensiun. Manfaatnya banyak sekali, untuk kita sendiri hingga untuk anak cucu kita nanti. Mari kita bahas satu per satu, ya!

1. Udara Sejuk dan Banyak Ruang Terbuka Hijau

Setelah bertahun-tahun memakan asap kendaraan bermotor setiap hari, saya rasa konsep ideal masa pension adalah bisa membuka jendela di pagi hari dan menghirup udara bersih. Menurut saya, ini adalah hal yang tidak boleh tidak terpenuhi. 

Punya rumah di Bandung jelasakan menjawab mimpi saya yang satu ini. Bayangkan, setiap pagi kamu bisa merasakan sejuknya udara Bandung yang tidak ada duanyai tu. Belum lagi, jika kamu punya rumah di Bandung Utara atau Bandung Selatan yang kawasannya masih agak-agak pegunungan. Duh, dreams come true sekali, ya!

(foto: DPKP3 Kota Bandung)
Tapi, meski di kota sekalipun, masih banyak sekali ruang terbuka hijau yang bisa ditemui. Kamu tahu sendiri, kan? Bandung terkenal dengan banyaknya taman di segala penjuru kota. Pokoknya, ideal sekali buat para pensiunan jalan-jalan pagi atau sore.

Beberapa kali saya lihat pasangan manula yang jalan-jalan sore di trotoar kota Bandung dengan cerianya. Dalam hati, saya berharap masa pension saya nanti akan seperti itu juga, haha. Isn’t it romantic to do such things with your significant others insuch an old age? Lucu banget!

Bandung juga mendapatkan julukan Kota Kembang pun bukan tanpa sebab, lho. Memiliki banyak pohon besar, jadi Bandung disebut Kota Kembang memang kabarnya sejak zaman kolonial. Ketika itu, para gadis Belanda sering mengadakan karnaval menggunakan sepeda berhias bunga. Asri, lah, pokoknya!

2. Kawasan Wisata Favorit

Poin kedua, saya rasa semua setuju kalau Bandung ini gudangnya wisata. Dari wisata alam hingga wisata selfie yang digandrungi anak muda jaman sekarang. Saya yakin pasti kedepannya Bandung akan semakin berkembang sektor pariwisatnya. Jika saat ini saya sudah sangat menghibur, bagaimana nanti misal 30 tahun kedepan saat kita-kita ini sudah pensiun?

(foto: Google Images)
Inilah mengapa pensiuan rasanya paling cocok buat punya rumah di Bandung. Setelah kelar dengan masa kerja yang tanpa ampun itu, akhirnya kita bisa betulan liburan setiap hari. Belum lagi, jika sanak family dari berbagai kota menjadikan rumah di Bandung kamu tempat berkumpul, kamu tidak perlu bingung mau mengajak mereka ke mana untuk wisata.

Banyak sekali pilihan yang diambil. Cucu-cucu akan happy, deh, jika setiap berkunjung kerumah kakek-neneknya berarti sepaket dengan liburan yang pasti mereka tunggu-tunggu. Punya rumah di Bandung semenyenangkan itu, guys!

3. Kuliner Khas Yang Bervariasi

Belum lagi soal kulinernya, ya. Berbagai macam wisata yang ditawarkan itu pasti tidak lengkap tanpa kuliner-kuliner khas. Mau yang seperti apa? Ingin makanan yang enak dan sehat? Tenang, ada karedok. Oh, mau yang enak tapi tidak sehat-sehat amat? Kita juga punya seblak!

Pokoknya macam-macam, deh. Kalau selama ini kamu hanya mencicipi makanan-makanan ini di kota-kota lain, kamu bisa mencoba semua versi autentiknya jika kamu punya rumah di Bandung setelah pensiun. Pensiun kerja berarti juga pensiun diet, mungkin, ya? Jadi, makan sepuasnya saja, haha!

Enggak, enggak. Usia lanjut, kita harus jaga kesehatan, ya. Namanya juga orang tua. Tapi sesekali tentu boleh, lah, wisata kuliner Bandung dari A sampai Z. YOLO!

4. Bandung Kota Belanja

Masih soal hiburan-hiburan yang pantas kita dapatkan di masa pensiun, Bandung ini kota belanja yang diburu-buru orang-orang. Contohnya saja, butik-butik di Jakarta ambil barang dari mana? Dari Bandung. JIka kamu punya rumah di Bandung, kamu akan tinggal di pusat mode ini, lho. 

Siapa bilang orang tua tidak boleh ikuti perkembangan fesyen? Kamu tetap bisa stylish hingga masa pension nanti. Lebih lagi, lebih mudah untuk kamu mendapatkan barang-barang yang kamu cari. Bandung serba ada, lah,intinya.

Ketika masuk masa pensiun dan kita semakin tua, pasti ada-ada saja kebutuhan baru yang muncul. Entah itu alat-alat pijat, kursi goyang, alat terapi ini itu, dan lain-lain. Kamu tidak perlu kebingungan jika kamu tinggal dan punya rumah di Bandung. Semua kebutuhan? Beres!

5. Aksesbilitas Yang Baik

Alasan yang tak kalah penting, saat ini Bandung punya aksesbilitas yang semakin mantap. Kamu bisa hidup tentram di Bandung, dan kamu juga dapat dengan mudah mengunjugi atau dikunjungi kerabat dari berbagai kota. 

Keberadaan Tol Cipularang membuat volume arus lalu lintas dan tingkat mobilitas penduduk antara Jakarta-Bandung dan daerah sekitarnya menjadi mudah. Jalur transportasi darat lain termasuk melalui Nagreg, Jalan Raya Lembang, Tol Soroja, dan lain-lain.

Tidak lupa bahwa Bandung ini punya stasiun yang sudah terbilang sangat senior, yaitu Stasiun Bandung atau biasa disebut Stasiun Hall. Untuk jalur udara, ada Bandara Husein Sastranegara yang melayani penerbangan keberbagai macam tempat.

Belum lagi, untuk rencana kedepannya, aksesbilitas Bandung semakin mantap saja. Berbagai peluang seperti kehadiran pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, akan menjadikan waktu tempuh semakin cepat. Saking cepatnya, dengar-dengar tinggal-di-Bandung-kerja-di-Jakarta benar bisa terwujud, loh!

Jadi, menurut saya bukan alasan lagi jika kamu tidak mau punya rumah di Bandung karena “jauh” dari keluarga atau sanak saudara. Semua bakal terasa makin dekat saja karena kemudahan aksesbilitas ini.

6., Nilai Investasi Tinggi

Kita mulai bicara soal keuntungan material, nih. Kalau kamu punya rumah di Bandung, ini akan jadi bentuk investasi yang sangat menguntungkan. Kenapa? Karena perkembangan Bandung yang pesat menarik sekali di mata investor.

Pilihan investasi property kini sudah mulai bergeser dari Jakarta, menujuke Bandung. Alasannya, lantaran harga properti di Ibu Kota dinilai sudah terlalu tinggi. Sedang di Bandung? Tentu masih sangat masuk akal dan prospektif. Selain itu, tren investasi property beralih ke Bandung karena tempat ini dinilai lebih menjanjikan juga nyaman.

Harga tanah, harga bangunan, harga rumah di Bandung semakin naik tiap tahun karena jumlahnya yang terus dibutuhkan namun ketersediaannya memiliki keterbatasan. Hal ini yang menyebabkan harga rumah terus naik tiap tahun.

Jadi, jika sampai sekarang kamu belum mulai “nyicil”, baiknya kamu segera mulai sebelum harganya semakin melejit. Coba dulu saja buka website property seperti www.99.co/id untuk tahu bagaimana gambarannya. Di sana, kamu bisa temukan banyak sekali listing rumah di Bandung lengkap dengan informasi harga dan lain-lain.

Jika kamu benar punya rumah di Bandung untuk hunian pensiun, lumayan sekali, loh, untuk dijadikan warisan keanak cucu. Nilainya akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

7. Banyak Perguruan Tinggi Ternama

Alasan terakhir yang terpikir di kepala saya, Bandung ini rumah bagi berbagai macam perguruan tinggi ternama. Dari yang negeri hingga yang swasta, kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Tepatnya, ada enam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bandung. 

(foto: Google Images)
Selain ITB, ada juga UNPAD, UPI, STSI, Polban, dan Polman. Sedangkan untuk swastanya, ada lebih dari 100 Perguruan tinggi swasta termasuk UNPAR, Telkom, UNISBA, UNPAS, ITENAS, NHI, dan lain-lain.

Mengapa ini jadi nilai lebih? Sanak saudara yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Bandung bisa tinggal bersamamu di rumah pensiunmu itu. Pasti senang sekali, kan, jika kita punya teman bicara setiap hari yang tidak sama-sama tua, haha. Apalagi kalau cucu sendiri yang kuliah di Bandung dan tinggal bersama kita di rumah. Dijamin bahagia sekali, deh!

Jadi, kira-kira itulah alasan-alasan saya kenapa memilih rumah di Bandung sebagai rumah pensiun paling ideal. Menurutmu, bagaimana? Yuk, lah,kita menua di Bandung bersama!

Memiliki Mobil Itu Kebutuhan, Bukan Gaya-Gaya an

Thursday, June 13, 2019
Sumber : Fixabay

Masih segar di ingatan saya, bulan Juni pasca lebaran tahun lalu saya dan suami berencana ingin membeli sebuah mobil walaupun bekas pakai orang lain. Alasan kuatnya adalah dikarenakan kondisi Ayah saya yang sedang sakit, dan sudah lama sebenarnya dia menginginkan anaknya mempunyai mobil. Pada saat itu, saya, suami berserta ayah dan ibu saya mengobrol di ruang tamu sambil menikmati kue-kue lebaran yang masih ada.

Kemudian saya bilang ke Ayah, “Yah, Insya Allah di awal tahun 2019 kami akan membeli mobil bekas agar kita bisa sama-sama bepergian ke suatu tempat”. Terlihat pada waktu itu  Ayah saya sangat senang mendengar kami berencana membeli mobil. Bahkan ia rela memberikan sertifikat rumahnya untuk modal jikalau kami mau membeli mobil baru. Tapi, mempunyai banyak hutang bukanlah hobi saya dan suami, hal ini membuat kami membuang jauh-jauh niat untuk menggadaikan sertifikat rumah.

Kondisi ayah saya di bulan Juni itu masih agak kuat, meski sudah tidak bisa bepergian setidaknya masih bisa berjalan dari depan ke belakang rumah,  tapi kondisi ia dalam keadaan kesakitan itu lebih sering. Sehingga keinginan kami semakin kuat untuk segera memiliki sebuah mobil. 

Di bulan Juli pada tahun yang sama mendadak Ayah terkena serangan jantung yang membuat ia harus di operasi dan di pasang ring. Sejak masuk rumah sakit, Ayah hanya bisa bertahan sampai di 7 Oktober 2018. Saya merasa akhir tahun ini sangat menyedihkan untuk hidup saya. Karena saya belum sempat membeli mobil untuk digunakan kami sekeluarga berkunjung ketempat saudara-saudara yang lain. 

Saya akhirnya hilang semangat, keinginan yang kuat untuk memiliki mobil seakan tinggallah kenangan. Rencana hanyalah tinggal rencana, karena ketentuan Allah jauh lebih pasti dari segalanya. Tidak pernah lagi terlintas di pikiran saya untuk memiliki mobil dalam waktu dekat. Karena alasan kuat kami untuk memiliki mobil sudah tidak ada. 

Sampai akhirnya sebelum ramadhan tiba, saya mulai berpikir dengan kehadiran Ibu saya yang saat ini menjadi satu-satu nya surga yang berlabel orang tua. Saya berpikir, saya saat ini mempunyai satu surga yang ada di telapak kakinya. Surga inilah yang harus saya jaga hatinya, jaga bahagianya. Hingga akhirnya saya dan suami kembali merencanakan untuk membeli mobil di tahun depan. Insya Allah. 

Kami mulai mencari-cari tempat Jual Beli Mobil Bekas, saya menginginkan mobil minimal tahun 2000-an. Memiliki muatan minimal untuk 7 orang, sehingga bisa saya sekeluarga dan juga mertua jika sedang mudik bisa bepergian bersama. 

Alasan Saya Merencanakan Membeli Mobil Bekas

1. Harga Relatif Lebih Murah

Harga Mobil seken atau bekas relative lebih murah dari mobil baru, sehingga untuk orang-orang seperti saya lebih mudah menjangkau harga minimalis. Yang penting bisa muat minimal satu anggota keluarga untuk bepergian. Bagi saya, yang penting tidak kehujanan dan tidak kepanasan. 

2. Sebagai Mobil Pertama yang Bisa di Gunakan Untuk Belajar

Kami bukan terlahir dari orang tua yang serba ada, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan mesin dan telnologi harus dicari sendiri dan juga belajar sendiri. Membeli mobil bekas, sangat pas untk dijadikan media pertama dalam belajar berkendaraan mobil. Sehingga ketika membeli mobil baru, kita sudah lancar jaya dalam mengendarainya. 

3. Sangat Membantu Jika Ada Anggota Keluarga Yang Sakit

Becermin dari kondisi Ayah yang waktu itu sering sakit dan sering keluar masuk rumah sakit, dan selalu merepotkan Pak RT beserta tetangga dalam mengantaran kerumah sakit. Padahal rata-rata tetangga di dekat rumah memiliki mobil, namun karena dikeluarga saya belum ada yang bisa mengendarai mobil, kami  juga tidak bisa meminjam mobilnya saja. Sehingga jika meminjam mobil terpaksa dengan sopirnya juga. Padahal banyak yang menawarkan untuk membawa mobil  mereka jika ada keperluan mendesak. Dalam kondisi ini terkadang saya dan suami merasa sedih sehingga membuat rencana kami kembali kuat untuk segera memiliki mobil.

4. Berpotensi Pembelian Cash

Sejak awal pernikahan, saya dan suami sudah berkomitmen untuk tidak memiliki banyak hutang. Sehingga kami menjalani kehidupan dengan sederhana dan apa adanya. Begitu juga dengan perencanaan  membeli mobil, tidak mengapa mobil jelek, bekas dan juga murah. Yang penting belinya bisa cash atau setidaknya tidak mengandung riba di dalamnya. Agar semua barang yang kami miliki bisa berkah. Insya Allah



Itulah alasan mengapa saya lebih memilih di tahap awal ini untuk membeli mobil bekas saja. Alasan lainnya tentu karena belum tersampaikan keinginan Ayah untuk berkendara menggunakan mobil anaknya, sehingga saya berazzam agar Ibu bisa menikmati dan merasakan kendaraan roda empat anaknya. Bagi saya, bahagia Ibu adalah sumber rezeki buat saya.

Auto Post Signature