Top Social

Adab Dalam Berdoa

Thursday, September 20, 2018
https://www.dream.co.id
BERDOA HANYA KEPADA ALLAH

Rasulullah SAW pernah berpesan, “Jika Engkau memohon, memohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya bila mereka bersatu-padu  untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah di angkat dan tinta catatan takdir telah kering.” (HR. Tirmidzi)

PANTANG MENYERAH DALAM BERDOA

Salah satu etika berdoa adalah tidak tergesa-gesa, tidak bosan menunggu dikabulkannya doa dan tidak gampang putus asa saat berdoa. Dalam hadist shahih disebutkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Ia berkata, “Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan sebagian ulama menjelaskan, bahwa orang yang bosan berdoa lalu meninggalkannya; sejatinya ia telah menuduh Allah pelit. Sebab ia merasa telah maksimal dalam berdoa dan menganggap doanya sudah berhak dikabulkan Allah. Ternyata tidak juga dikabulkan.

Padahal manakala seorang berdoa dan belum dikabulkan, bisa jadi pemicunya ialah kerena ia belum memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Atau dia masih melakukan hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa. 

4 MACAM CARA ALLAH MENGABULKAN DOA MANUSIA
  1. Ada yang langsung dikabulkan permintaannya, mirip seperti isi doanya. 
  2. Ada yang dikabulkan permintaannya sesuai dengan yang ia minta, namun setelah waktu yang cukup lama. Karena suatu hikmah yang dikehendaki Allah ta’ala.
  3. Ada yang dikabulkan doanya, namun sedikit berbeda denga nisi permintaannya. Sebab Allah mengetahui, bahwa apa yang di minta orang tersebut kurang baik baginya.
  4. Ada pula yang belum dikabulkan doanya didunia. Sampai ia meninggal, apa yang a minta tidak juga dikabulkan Allah ta’ala. Namun ternyata Allah menjadikan doa-doanya itu sebagai pahala yang akan dinikmati kelak pada hari kiamat.


DOA HARUS YAKIN

Keyakina untuk dikabulkan doa itu muncul sebagai bentuk prasangka baik hamba terhadap Allah ta’ala. Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Allah ta’ala berfirman, “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Manusia wajib berbaik sangka kepada Allah apapun keadaannya. Karena Allah akan menyikapi hamba-Nya sesuai prasangka tersebut. Bila hamba berburuk sangka kepada Allah, berarti ia sendiri yang menghendaki takdir buruk untuknya. Sebaliknya jika hamba itu berprasangka baik, maka Allah akan menakdirkan hal yang baik untuknya. Sungguh Allah tidak akan mneyia-nyiakan harapan para hamba yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya.

Tidak sekedar keyakinan dalam hati, bahkan dalam pemilihan redaksi doapun, kita harus menghindari ungkapan di lisan yang mengesankan ketidakyakinan kita kepada Allah.

Dari Abu Hurairah ra bahwahsanya Rasulullah Saw bersabda: “Bila seorang dari kalian berdoa, janganlah ia mengucapkan, “Ya Allah ampunilah aku, jika Engkau berkenan”. namun hendaklah ia serius dalam meminta serta mempertebal harapan. Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa keberatan untuk memberikan sesuatu”. (HR. Muslim)

INTROSPEKSI DIRI DALAM BERDOA
  1. Bagaimana kita tidak yakin kepda Allah, sedangkan Dia telah berjanji untuk mengabulkan permintaan kita, dan dia tidak pernah ingkar janji
  2. Bagaimana kita tidak yakin kepada Allah, sedangkan segala sesuatu yang ada di semesta ini adalah milik-Nya
  3. Bagaimana kita tidka yakin kepada Allah, sedangkan Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah kepada para hambanya


KONSENTRASI DALAM BERDOA

Ketahuilah bahwa doa itu manakala tidak dikabulkan, pemicu bisa beragam. Antara lain:
  1. Isi doanya sendiri yang bermasalah. Misalkan doa tersebut berisi permintaan sesuatu yang tidakk disukai Allah
  2. Hati orang yang berdoa itu bermasalah. seperti orang yang tidak konsentrasi saat berdoa. Hatinya melang-lang buana kemana-mana
  3. Adanya factor yang menghalangi terkabulnya doa. Contohnya: mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram, banyak maksiat dan yang semisal itu. 


Maka salah satu syarat utama terkabulnya doa adalah: menghadirkan hati, konsentrasi, khusyu’ dan tidak membiarkan pikiran kesana-kemari saat berdoa. Sebab, ibarat sebuah busur panah yang talinya kendor. Saat digunakan, maka anak panahnya tidak bisa melesat kencang.

Rasulullah SAW menjelaskan, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah  biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari  hati yang tidak konsentrasi dan lalai.” (HR. Tirmidzi)

Konsentrasi dalam berdoa artinya antara lain, berusaha memahami isi doa yang dibaca lisan, meresapi janji Allah mengabulkan doa, menghadirkan perasaan bahwa Allah dekat dan mendengar doa kita. 

Jangan lupa iringi doa dengan usaha yang maksimal. Semoga Allah berkenan menerima doa-doa kita semua.


Sumber: 
Buletin alhikmah Penulis Ust. Abdullah Zaen, Lc, MA.
Pimpinan PP Tunas ilmu Purbalingga

4 comments on "Adab Dalam Berdoa"
  1. terimakasih pengingatnya mbak...
    memang doa itu kadang kita merasa tak dikabulkan
    tapi selalu percaya akan kuasa-NYa adalah cara terbaik sambil terus berusaha
    salam..

    ReplyDelete
  2. Bener banget kalau doa harus yakin, karena dengan keyakinan itulah doa bisa dikabulkan oleh Sang Pencipta ya kang

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Auto Post Signature