Top Social

Gubuk Rimis Sarjana

Thursday, March 22, 2018

Oleh Mira Kaizen

Dulu, rupamu menawan lagi bijaksana
Ragamu gagah siap siaga
Tenagamu  tangguh bertimbun talenta
Tangan menjadi palu sebagai bukti perkasamu
Dengan tumpukan kayu kau ciptakan surga

Dulu, bambu menjulang kau sulap bilah
Pohon mencakar lagi besar kau jadikan papan
Padang ilalang sekejap berubah peneduh
Diri yang kecil hanya gaduh penuh ricuh

Kau bangun semua impian dengan harapan
Kau hadiahkan mahligai yang menjadi surgaku dan ibu
Dinding  yang rapi, lantai yang tebal  lagi  terbentang pelindung 
Lelahmu cukuplah menjadi alasan cinta yang sempurna

Di pondok….
Ibu setia siapkan sepiring nasi dengan dua cabe
Cukup seikat bayam dan rebusan kacang
Bercucurlah keringat tanda terbayarnya perlawanan dengan rupiah
Payah benar kau hadapi putaran liku

Kini, puluhan tahun lalu menjadi kenangan
Istana nan indah laksana surga, runtuh bagai raga tengah melepuh
Pudar bak pesona di tengah  gulita
Dan tangguh tak lagi temani muda

Sementara…..
Sarjanaku belum mampu bangun gubuk rimis untukmu

Bengkulu, Maret 2018


2 comments on "Gubuk Rimis Sarjana"
  1. Meski demikian, gubuk istana di setiap langkah, dari hati yang penuh cinta, semoga terbangun dengan indahnya ya, Mbak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Auto Post Signature