Wednesday, September 27, 2017

PUISI CINTA UNTUK BUNDA


Bunda….
Ketika aku mulai dalam kegelisahan
Ketika iman mulai memudar
Ketika cinta mulai menjauh
Kau ajari aku tentang harapan
Sehingga damai, iman dan cinta dapat kembali mengitari hariku

Bunda…
Cinta yang kau ajarkan kepadaku kini telah mekar menjadi bunga
Cinta itu mampu menebar keindahan
Mampu memberi warna dan aroma dalam harian berbeda
Cinta itulah yang membuat Gula terasa manis
Garam terasa asin, Kopi terasa pahit
Cuka terasa asam,  menyatu seperti nano-nano
Cinta yang kau ajarkan, Menjadi obat paling Mujarab
Sehingga, Aku merasa menjadi anak paling beruntung di dunia

Bunda…..
Kau ajari aku bagaimana mencintai

Kau bilang padaku :
“Ketika kita lupa akan shalat_Nya, Allah bisa mengerti
Ketika kita lalai akan ibadah_Nya, Allah bisa mengerti
Ketika kita jauh dari_Nya, Allah bisa mengerti
Tapi, ketika Allah sudah tidak mencintai kita, baru kita mengerti”

Bunda….
Kau juga bilang padaku
“Hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam”
Maka, izinkan aku mencintaimu seperti aku mencintai garam.
Meski murah namun  sangat berharga

Bunda….
Kau ajari aku bagaimana menyayangi
Hingga aku mengerti arti kasih sayang
Yang membuat ku menyayangi diriku
Menyayangi saudara-saudaraku
Menyayangi orang-orang yang saling manyayangi
Karena aku mempunyai Allah yang Maha penyayang

Bunda….
Kau ajari aku bagaimana menjadi wanita biasa yang luar biasa
Kau bilang padaku:
“Belajarlah menyusun Puzzle mainan,
sebelum engkau menyusun Puzzle Kehidupan”

Bunda…
Aku ingin mengajarkan kepada anakku,
Seperti yang kau ajarkan kepadaku
Sehingga menjadikan ia menjadi anak yang paling beruntung sepertiku

Ya Robb…
Semoga aku bisa berpikir yang terbaik untuk Bunda
Melakukan yang terbaik dan mendapat yang terbaik
Karena aku mempunyai Engkau yang Maha Terbaik

Ya Robb…
Engkau menciptakanku dengan sempurna
Memberikanku fisik  dengan sempurna, Bunda yang sempurna
Keluarga yang sempurna, teman-teman yang sempurna
Dan memberikan saudara-saudara yang sempurna
Itu semua karena aku mempunyai Engkau yang Maha Sempurna

Ya Robb…
Aku merasa sempurna, karena Islam adalah sempurna


Baca juga puisi lainnya Dilema Sang Bidadari

1 comment:

  1. Keren puisinya kakak.... Bagian puzzle kehidupan yang paling terasa di hati hehehehe :D Setelah dewasa memang harus menyusun puzzle kehidupan :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Bengkulu

b
>

Kumpulan Emak Blogger