Top Social

AKU SEDANG TIDAK BISA MENULIS

Saturday, September 30, 2017

Ku coba berpikir setelah terlelap
Ku ambil wudhu, kemudian shalat subuh
Ku  hampiri lemari kitabku, ku tilawahkan bersuara
Ku hidupkan benda yang biasanya menemaniku menulis

Tapi, aku tak menemukan inspirasi
Kupindahkan posisi  layar  kliseku
Aku tetap tak bisa menulis
Kualihkan keruang tamu,
Tetap saja tak tahu apa yang ingin ditulis

Kupaksakan otakku berpikir
Tak ada yang bisa aku tulis
Ku coba membuka kembali  pesan yang ada di phonecellku
ada satu kata yang aku temukan
yaitu “CINTA”.

Ada pesan di inbox ku
“Cinta itu seperti kode PIN”
Apa maksudnya????

Aku adalah orang yang tak mengerti cinta
Tapi kucoba untuk memahami satu kata itu
Ku coba mencari referensi ke beberapa situs
Banyak  kata yang membubuhinya
Seperti puisi cinta yang ku ambil dari salah satu buku  terbaruku
Yang berjudul “TUHAN, Izinkan Aku Pacaran”,
yang ditulis oleh fikri Habibullah di halaman akhir.

Ada kata  dalam satu cintaku
Saat aku bergelora dalam menerjemahkan maknanya
Disaat cinta itu datang  dan waktu belumlah tepat
Lelah mata ini menahan
Menahan apa saja yang dianggap menarik

Ada kata dalam satu cintaku
Saat aku kembali menangis menatap mereka
Disaat cinta itu hadir  sementara jiwa masih berontak
Lelah hati ini menahan keinginan
Menginginkan apa saja yang dianggap baik

Ada kata dalam satu cintaku
Saat aku ingin menuntut kesucian cinta
Sementara kesabaran masih terus ku gigit
Karena cinta terus mendekatiku
Sungguh banyak pujian keindahan terlayangkan
Sementara aku tak tahu apakah aku zina hati  atau memang pujian

Ada kata dalam satu cintaku
Saat diriku memuja dan memuji kebesaran Allah
Lalu tertulis pula sebuah kata cinta
Memasuki kamar hati yang kosong
Dan akupun ikhlas mencadari wajahku

Ada kata dalam satu cintaku
Saat cinta harus kusujudkan diatas sajadah
Bersama linangan air mata
akhirnya hanya allah tempat meminta
Dan terlafaskan kata-kata cinta

Ada kata dalam satu cintaku
Allah bersamaku


Aku mengutip puisi itu, BUKAN berarti aku sedang JATUH CINTA
Tapi, aku sedang tak bisa menulis

PUISI CINTA UNTUK BUNDA

Wednesday, September 27, 2017

Bunda….
Ketika aku mulai dalam kegelisahan
Ketika iman mulai memudar
Ketika cinta mulai menjauh
Kau ajari aku tentang harapan
Sehingga damai, iman dan cinta dapat kembali mengitari hariku

Bunda…
Cinta yang kau ajarkan kepadaku kini telah mekar menjadi bunga
Cinta itu mampu menebar keindahan
Mampu memberi warna dan aroma dalam harian berbeda
Cinta itulah yang membuat Gula terasa manis
Garam terasa asin, Kopi terasa pahit
Cuka terasa asam,  menyatu seperti nano-nano
Cinta yang kau ajarkan, Menjadi obat paling Mujarab
Sehingga, Aku merasa menjadi anak paling beruntung di dunia

Bunda…..
Kau ajari aku bagaimana mencintai

Kau bilang padaku :
“Ketika kita lupa akan shalat_Nya, Allah bisa mengerti
Ketika kita lalai akan ibadah_Nya, Allah bisa mengerti
Ketika kita jauh dari_Nya, Allah bisa mengerti
Tapi, ketika Allah sudah tidak mencintai kita, baru kita mengerti”

Bunda….
Kau juga bilang padaku
“Hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam”
Maka, izinkan aku mencintaimu seperti aku mencintai garam.
Meski murah namun  sangat berharga

Bunda….
Kau ajari aku bagaimana menyayangi
Hingga aku mengerti arti kasih sayang
Yang membuat ku menyayangi diriku
Menyayangi saudara-saudaraku
Menyayangi orang-orang yang saling manyayangi
Karena aku mempunyai Allah yang Maha penyayang

Bunda….
Kau ajari aku bagaimana menjadi wanita biasa yang luar biasa
Kau bilang padaku:
“Belajarlah menyusun Puzzle mainan,
sebelum engkau menyusun Puzzle Kehidupan”

Bunda…
Aku ingin mengajarkan kepada anakku,
Seperti yang kau ajarkan kepadaku
Sehingga menjadikan ia menjadi anak yang paling beruntung sepertiku

Ya Robb…
Semoga aku bisa berpikir yang terbaik untuk Bunda
Melakukan yang terbaik dan mendapat yang terbaik
Karena aku mempunyai Engkau yang Maha Terbaik

Ya Robb…
Engkau menciptakanku dengan sempurna
Memberikanku fisik  dengan sempurna, Bunda yang sempurna
Keluarga yang sempurna, teman-teman yang sempurna
Dan memberikan saudara-saudara yang sempurna
Itu semua karena aku mempunyai Engkau yang Maha Sempurna

Ya Robb…
Aku merasa sempurna, karena Islam adalah sempurna


Baca juga puisi lainnya Dilema Sang Bidadari

DILEMA SANG BIDADARI

Tuesday, September 26, 2017


Ketika manusia mulai menatap tajam
Ketika semua mulai menjauh
Memandang dengan pandangan semu
Dengan  lantunan nada berirama palsu
Mencemooh  bidadari  tanpa frame

Tapi
Ku coba  untuk menyusun kembali nada-nada  palsu itu
Mencoba mengembalikan irama  beriring sajak
Hingga  menciptakan  nada  berintonasi

Namun,…
Tempo membuat nada semakin  palsu
Menjadikan sang bidadari  bernyanyi tanpa suara
Mencatat dalam memori tanpa tinta

Terbesit dalam bisikan  tak berawal

Bertahanlah….!!

Bertahanlah….!!

Bertahanlah…..!!

Ya robb….
Jika kehadiran ku di dunia membuatku harus membunuh sesama,
maka kematian akan terasa lebih manis untukku

Ya Robb…
Dosa ini telah menggunung tinggi
Tubuh yang kerdil ini  kadang tak mampu  bertahan
Hanya mampu berkedip dengan senyuman halus
Berharap nada-nada berintonasi beriring seirama
Kembali dapat merangkai kerikil tangga nada dengan jemari

Ya Robb…
Jangan biarkan hamba-Mu yang hina ini  menyakiti dan tersakiti
Jangan biarkan hati ini  terkotori  oleh  parasit  yang tak berpenghuni

Kadang aku pernah berpikir
Ingin segera menyudahi  masa remajaku
Pergi berkumpul bersama orang-orang di jalan-Mu
Mencoba mencari kata yang pernah hilang

MENJEMPUT BIDADARI




Senyum mengembang mengiringi  gerakan spontanitas dua organ yang biasa digunakan untuk melangkah, kemudian dihadapkannya pandangan tepat ke arah timur Indonesia dengan mendorong segitiga tak beraturan yang ada pada avanza berwarna netral.  Dari arah utara berdasarkan posisinya, tersusun  benda-benda berwarna merah putih, beragam ekspresi  dan cekikikan terlontar mewarnai pagi di tanah lapang.  Ia langkahkan kakinya menuju gerbang laksana pengantin menaiki  panggung.  Dengan senyum termanisnya, ia sambut jemari laki-laki yang setiap hari mengantarnya.

Senyumnya menyadarkanku,  ternyata sejak tadi aku memperhatikan akhwat kecil itu. Wajahnya begitu polos,  matanya sayu,  senyumnya begitu bebas,  tak ketinggalan lesung pipi dikiri dan kanan wajahnya.  Jilbabnya berkibar mengalahkan bendera yang sejak tadi sudah  terbentang. Ketika mendengar suaranya, laksana mendengar panggilan yang tak mampu untuk ditolak. Sungguh merdu, dialah bidadari kecilku.  Bidadari kecil yang belum ku kenal sama sekali,  tak ku tahu namanya, apalagi alamatnya.
 
Sejak 1 bulan lalu,  hampir setiap pagi aku selalu ingin memerhatikannya. Ku datangi sekolahnya yang berada tak jauh dari rumahku. Terkadang, ingin sekali aku menghampirinya. Tapi, keinginan itu terputus ketika ia selalu menatapku  dengan pandangan aneh. Aku tak tahu, apakah dia tidak menyukaiku ataupun risih dengan keberadaanku yang selalu memperhatikannya.

Aku bergegas melangkahkan BeDe Sebelas ku yang sedari tadi telah payah untuk digerakkan. Seperti biasa,  setelah memperhatikan akhwat kecil itu,  aku selalu pergi ke suatu tempat, Kaizen namanya. Toko buku yang Aku akui sebagai perpustakaan pribadiku. Aku sudah hafal betul rak mana yang akan Aku kunjungi , ya rak 1032.  rak yang terlalu dini untuk orang  berumur 17 tahun seperti ku. Wajar jika sebagian orang menatapku dengan heran,  bahkan terkadang  mereka menatapku aneh. Tapi, selalu ku usahakan untuk  tidak memperdulikan mereka.

“Apa salahnya Aku bediri didepan rak ini? Biarin aja mereka melirikku aneh, silahkan mereka mengerjakan perkerjaan mereka dan Aku akan melakukan pekerjaanku”, hee. Hiburku untuk menyenangkan hati sendiri. 

Iringan nada instrumental  membuatku betah berada dalam ruangan yang padat dengan sederetan ilmu itu. Berjam-jam kuhabiskan waktu ku hanya untuk menyapa buku-buku favorit di rak favorit. Hingga ku hafal semua judul-judul buku yang ku anggap menarik.

“Ya Allah, izinkan aku memiliki buku ini” Pintaku sambil memandangi buku yang ada ditanganku.

“Astagfirullahal azim,  sudah pukul 10. aku harus sekolah!,  sudah telat satu jam. Uh….!

Selalu saja, tempat ini membuatku  lupa dengan sekolahku, Ya Tuhan,  maafkanlah Aku”.

Secepat kilat aku  mengambil titipan tasku  disisi kiri pintu masuk, ku temukan wajah dihiasi senyuman menyapaku.

“Ini mbak tasnya, terima kasih ya”.

“Iya,” jawabku membalas senyum yang tak kalah manisnya.

Pemuda itu adalah   pegawai Kaizen yang bertugas menjaga tas,  sepertinya  ia sudah kenal betul dengan wajah-wajah  manis sepertiku, yang setiap harinya berada ditempat itu.  Ku percepat langkahku,  hingga sampai kesekolahku yang juga tak jauh dari Kaizen.
***

Setiap pagi kusempatkan mataku melirik hal yang indah-indah, ya memandang  akhwat kecil yang selalu ku tunggu  di seberang  jalan Gerbang Sekolah Dasar. Dia begitu anggun dan polos,  membuat Aku ingin mengenalnya.  Gadis kecil itu selalu diantar oleh Ayahnya, ketika ia menyambut jemari Ayahnya dan kemudian mencium kedua pipinya,  sangat kelihatan bahwa ia sikecil yang sholeha.

“Ya tuhan,  aku ingin ia tersenyum padaku. Beberapa kali ia melihat kearahku, tapi mengapa dia sama sekali tak ingin tersenyum  denganku. Takutkah?

Tiba-tiba Teringat akan kejadian 3 tahun silam, ketika ibuku sakit parah dan aku menelepon seorang dokter. Dokter Atma namanya, ia bersedia datang kerumahku untuk memeriksa keaadaan ibu. Setelah 30 menit menunggu, ada pihak yang memberikan kabar bahwa dokter Atma mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Ibuku mengalami sakit jantung setelah mendengar kabar itu, dan akhirnya nyawanya pun tak dapat diselamatkan.

“Dinda, korbankan apa yang bisa kamu korbankan untuk orang yang telah berkorban untukmu” pesan ibuku di nafas terakhirnya.

Saat itu aku masih duduk di kelas 3 SMP, sebenarnya masih sulit menerima kejadian perginya ibu dengan dokter Atma. Dokter Atma adalah ibu dari si akhwat kecil yang sering aku perhatikan.

“Apa mungkin ia marah denganku disebabkan ibunya meninggal karena ingin menolong ibuku?”pikirku sejenak dalam lamunan.

Akhwat kecil itu langsung menuju kelasnya, dan tak pernah ketinggalan sebuah pensil  30 cm berwarna pink yang selalu ada ditangannya.  Sepertinya itu adalah mainan kesukaannya. Seperti biasa, ku langkahkan kembali kakiku menuju Toko yang selalu kusebut perpusku, apalagi  kalau bukan Kaizen.

Sekitar pukul 7 pagi Aku menantikan kedatangan si akhwat kecil, setelah itu sampai pukul 9  Aku menghabiskan  waktuku untuk bersilaturrahmi dengan rak-rak favoritku dan pada pukul 09.15 aku masuk sekolah.

“Umph, akhirnya sampai juga di Kaizen” cengirku.

Ku titipkan tasku ditempat biasa, kulangkahkan kedua organ kembarku  menuju rak 1032, rak favoritku. 

“Sepertinya, buku-buku yang sudah aku baca, mendukungku untuk menikah”, hee tawaku.

“Mbk, mbk. Maaf.  Jika mengambil buku satu-satu ya.  Bacanya sambil berdiri aja mbk, soalnya bangku ini khusus untuk orang yang lebih tua”, perintah pegawai Kaizen.

Aku tersenyum menahan malu, uh malunya  di usir lagi dari tempat ini.

    “Maaf mas, mas lulusan apa?”  Tanyaku singkat.
    “SMA mbk”, jawabnya.

“Saya sarankan, nanti jika ingin melanjut kuliah, masuk jurusan ilmu komunikasi ya. Supaya bisa  belajar periklanan dan promosi. Oke mas!” ucapku dengan nada lembut dan tak ketinggalan senyuman mautku.

Pegawai itu langsung  pergi dari hadapanku, Aku tetap melanjutkan  kegiatan membacaku dibangku itu.

“Uh!, akhirnya pergi juga luh”.
“Duh, Tunggu, tunggu!

Itu kan laki-laki yang tadi.  Napa dia bawa  teman 2 orang lagi ya? Ehem,  mendekatiku lagi. Jangan-jangan diusir lagi nih”. Celotehku mulai tak tenang.

Ku persiapkan mentalku untuk menghadapi tiga makhluk ini, mereka  semakin mendekat, aku pura-pura tidak melihat, biar kelihatan cuek gitu. Ku rencanakan kata-kata yang akan ku ucapkan. Ku yakinkan diriku dan nada  bicaraku.

“Maaf mbak,  anda tidak boleh membaca disini. Silahkan cari tempat lain, atau berdiri saja.  Bangku ini disediakan untuk orang yang lebih tua”, perintah pegawai Kaizen itu untuk kedua kalinya.

Pertanyaan sama seperti  yang kulontarkan  kepada  laki-laki yang pernah mengusirku sebelum pegawai yang satu ini datang.

“Maaf mas, mas lulusan apa?”
“S1 Komunikasi,” jawabnya.

Wadduh,  yang ini bener-bener komunikasi.  Salah sasaran, celotehku dalam hati.

Padahal aku lulus SMA aja belum. Hee

“Sepertinya dosen mas salah meluluskan mas,  ulang lagi ya S1 komunikasinya”, jawabku singkat dengan intonasi bijaksana sekaligus menyakitkan.

“Mas, pernah baca buku yang judulnya ‘Motivasi Tingkat Tinggi?’”, tanyaku kepada ketiga petugas itu.

“Belum Mbak, ada apa?”, ucap salah seorang dari mereka.

Sebenarnya aku sangat heran dengan mereka, pegawai yang benar-benar sopan dan lembut, tapi kurang pintar.  Mau-maunya ditanyain oleh ku yang kayak ginian, jangankan kuliah, lulus SMA aja belum. Komunikasi? Kebetulan sekitar 15 menit sebelum kejadian, aku membuka-buka buku ilmu komunikasi, jadi sedikit-dikit masih ada yang ingat. Sepertinya mereka mengira Aku adalah orang hebat. Pasalnya,   penampilanku pada hari itu sangat  meyakinkan.

Kugunakan rok berwarna cokelat,, jilbab cokelat dan sebuah blazer yang kukenakan, serta sebuah bunga berwarna putih yang ada dibelah kiri blezerku. Dan yang lebih meyakinkan lagi adalah sepatuku, sepatu tingkat tinggi, kalo orang-orang desaku menyebutnya haig hil.xixixi.   Ya, seperti orang-orang kelas Kakap gitu. Soalnya, jam 10 sekolahku mengadakan seminar dan kebetulan aku sebagai MC yang penampilannya mesti menarik.

Ku jelaskan kembali salah satu isi buku itu  kepada 3 pegawai Kaizen.

“Baiklah, sekarang akan saya ceritakan!”.

“Didalam buku itu ada sebuah cerita, beberapa Mahasiswa S2  yang sukses, bersilaturrahmi kerumah seorang Profesor mereka ketika mereka S1.  Profesor itu menyambut mereka  dengan ramah dan rasa senang. Ia mengeluarkan beberapa gelas yang beragam,  ada yang terbuat dari permata, mutiara, kristal, sampai gelas yang paling sederhanapun ada diantara gelas itu, macam-macam gelas telah tersedia di meja. Tak lupa pula secerek kopi hangat yang siap mendampinginya.  Mahasiswa terpesona  dengan keindahan gelas yang professor letakkan didepan mereka. Masing-masing mahasiswa mengambil gelas-gelas yang mereka sukai. Hingga tersisa satu gelas, gelas yang paling sederhana diantaranya, yaitu gelas  plastik.  Mahasiswa tadi disibukkan dan selalu memuji-muji gelas yang ada ditangan mereka masing-masing, professor mulai berbicara.

“Ketahuilah, terkadang kita hanya terpesona dan disibukkan dengan hal-hal yang menurut kita indah.  Sehingga melupakan apa yang seharusnya kita lakukan. Kalian sibuk dengan gelas-gelas ini, padahal yang akan dinikmati itu adalah kopi, tapi kalian malah menikmati gelasnya.  Hingga kopinya sendiri lupa untuk kalian minum. Begitu juga dengan kehidupan kita,  kita sering kali terlena bahkan terfokus  dengan hal-hal yang tidak penting. Padahal, yang harus kita lakukan itu bukan  yang berada didekat kita. Tapi memperbaiki apa yang ada dalam pikiran kita”.jelas professor itu.

Semua mahasiswa terdiam,  memikirkan perkataan si professor. Ternyata benar,  mereka hanya disibukkan  oleh gelas-gelas  yang indah itu. Sedangkan kopinya telah dingin, karena mereka lupa menikmatinya.

“Begitu ceritanya mas!”,

“Jadi, sekarang mas-mas ini tidak usah  berkumpul dan sibuk dengan keberadaan saya dibangku ini. Buktinya, tidak ada orang yang lebih tua berada didekat sini, belum ada juga yang akan menduduki tempat ini. Salahkah jika saya duduk disini?”, jelas ku.

“Okke, kali ini mbak benar. Sepertinya mbak sangat mengagumi Toko buku ini. Sehingga setiap hari kami harus melihat mbak tak pernah absen dari ruangan ini. Jika seperti itu, mengapa mbak tidak mencoba bekerja di disini aja? bisa lama-lama di Kaizen tanpa diusir, ya kan?”,Saran pegawai itu. 

Ketiga laki-laki itu langsung meninggalkanku. Kupikirkan kembali ucapan yang ia sarankan.

    “Ada benarnya juga ya, kenapa belum terpikirkan olehku untuk kerja ditempat yang kusebut sebagai perpus pribadiku ini?
Kuputuskan untuk pergi secepatnya dari Toko itu,  menyiapkan surat lamaran untuk bekerja di Kaizen.

    “ Ya Tuhan,  semoga lamaranku ini besok diterima”

****

Hal yang sama kulakukan seperti pagi-pagi biasanya, memperhatikan gadis kecil itu menjadi sarapan pagiku. Wajahnya begitu teduh,  membuatku banyak memuji keesaan Tuhan. Berulang kali ku ingin tersenyum kepadanya, tapi dia selalu menatapku  dengan pandangan tak terfokus.

“Ya Robb, Izinkan aku mengenalnya”

Sekarang aku akan pergi lagi keperpusku,  kali ini bukan untuk numpang duduk ataupun sekedar membaca. Aku akan melamar untuk bekerja disana. Tapi harus bertolak belakang dengan ketiga pegawai yang sempat mengusirku.  Ku putuskan untuk mengambil shif sore sampai malam.

Ku temukan kembali tulisan yang terpajang  besar  dan tinggi, “KAIZEN”.

    “Ternyata aku sudah sampai tujuan”

Kupandangi semua benda yang  berada dalam ruang itu,  ku sembunyikan wajah manisku dari ketiga pegawai yang sempat mengusirku. Ku temukan sebuah ruangan di pojok  kiri Kaizen yang bertuliskan “KANTOR”. Ku goyangkan jari  kananku sampai papan yang dihadapanku berbunyi serta diiringi dengan salam, ku dorong pintu  dan kemudian kucari orang yang kelihatan paling bijaksana dalam ruangan yang tidak terlalu besar tersebut.

    “Selamat pagi Pak”, sapaku dengan ramah

Ku perkenalkan  diriku, kujelaskan  maksud kedatanganku serta kuserahkan  map berwarna merah yang sejak tadi berada ditanganku. Orang yang menggunakan jas hitam itu membaca dan memerhatikan surat lamaran buatanku, buatan anak SMA. Sesekali beliau  mengangguk dan tersenyum.

    “Sore nanti, kamu silahkan langsung bekerja”, pintanya
    “Yang benar Pak?, Saya diterima disini? Tanyaku dengan meyakinkan kembali keputusan apa yang akan disampaikan laki-laki setengah baya itu

“Hemph,,,,,Menurutmu?”.jawabnya
“Alhamdulillah, akhirnya setiap hari aku akan berada diperpusku ini. Takkan ada lagi ada orang yang berani mengusirku.
HORE….!” Teriakku dalam hati.
“Terima kasih ya Pak, saya permisi dulu”.

Kulalui rak-rak yang selalu setia menopang buku-buku yang berbaris dengan tertib, kulayangkan senyum mautku keberapa rak yang menantang mataku untuk melihatnya. Ku fokuskan penglihatan dan senyumku tepat pada rak 1032, rak favoritku.

    “Permisi mas”, sapaku dengan pegawai yang menjaga pintu masuknya.
Ingin sekali rasanya aku menjerit “Aku Akan Bekerjaaaaaaaa..!!”

Mataku tiba-tiba terhenti pada suatu arah,  Toko Optik. Toko itu mengalihkan pandanganku,  bukan karena ada gambar Afgan ataupun ada gambar Jihoo. Tapi, ada  si Akhwat kecil  yang kusebut sebagai Bidadari Kecilku.  Ia duduk sendiri di sebelah  kanan depan receptionis optic, menunggu sang Ayah yang sedang berbicara dengan ahli mata.  Pemandangan yang indah sekali,  ingin rasanya duduk disamping dan mengobrol dengannya. Membalas senyumnya, menyapanya, bahkan aku ingin sekali  berduaan dengannya. Tapi, mengapa ia tak pernah melihatku dan kemudian tersenyum padaku? Apakah dia memang tidak tahu?

“Tuhan….
Dekatkanlah aku dengannya karena-Mu”.

Seperti hari-hari sebelumnya, aku hanya bisa  menikmati keindahan  lewat mataku dengan memandangnya. Rasa syukur selalu terlontar karena aku dikarunia mata, hingga aku dapat melihat bidadari kecil yang luar biasa.  Tak terhitung lagi berapa kali aku meminta Allah mengizinkan  ia membalas senyumku.

Berulang kali  ku ambil potretnya, sampai sudah satu album koleksiku dalam lemari.  Dia benar-benar si kecil terindah yang pernah aku temui. Dengan jilbab lebarnya yang berkibar,  ia begitu memesona. Memandangnya selalu membuatku banyak mengucap tasbih kepada sang pencipta. Yang jauh lebih indah dari ciptaannya.

Subhanallah…

***

Gadis kecil itu kemudian pergi bersama Ayahnya. Sengaja ku ikuti  mereka agar aku tau alamatnya.  Berlahan ku gas Vario ku dibelakang mobil mereka. Avanza berhenti didepan sebuah rumah yang lumayan besar dan indah. Langsung ku lirik tulisan diatasnya “Tuna Netra”. Jantungku langsung berdegub,  mataku mulai mengalirkan cairan yang sejak lama tak ku singgahkan.

“Inikah yang membuatnya  tak pernah tersenyum kepadaku?” Tanyaku dalam hati.

Si akhwat kecil peneduh pemandanganku itu  ternyata tidak bisa melihat seperti ku.  Aku baru sadar  mengapa ia selalu membawa pensil kecil ditanganya, pensil yang dapat membantunya menunjukkan arah.

“Tuhan,,,

Wajar saja jika pandanganya melihatku dengan aneh,  karena dia memang bukan melihatku. Wajar  juga ia tak pernah tersenyum pada ku.

Ya Tuhan,,mengapa bidadari kecilku tak bisa melihat?  Aku ingin sekali menggantikan posisiku dengannya.

Sungguh, aku tak tahu  mengapa aku sangat menyayanginya.  Meskipun aku belum mengenalnya, tapi  aku merasa dekat dengannya,  walau ku tak pernah mendengarnya menyebut namaku.

Hari-hari selanjutnya, aku lebih sering mencari tahu tentangnya,  mengunjungi sekolahnya. Mendatangi tempat ia latihan berkarya di rumah tuna netra. Bahkan terkadang aku mengikuti  kemana ia pergi.

“Segitukah aku mengagumi akhwat kecil ini ya Robb?

***

Kebiasaan  setiap pagi itu sulit untuk ditinggalkan, memandang gadis kecil membuat pagi terasa semakin merekah. Ditambah juga dengan senyumnya laksana tiada beban, tanpa kusadari aku pun sudah larut dalam senyum naturalku.

“Tuhan,,,
Mengapa aku tak dapat menggunakan mataku dengan baik?”

Kulangkahkan Kaki  menuju sekolahku,  setelah sore kukunjungi lagi  perpus pribadiku. Bukan sebagai pengunjung, tapi sebagai pegawai disana.

Akhirnya, aku dapat mengunjungi semua rak-rak yang aka diruangan itu. Tak terkecuali rak 1032. Ku pandangi semua judul buku yang tersusun rapi.

“Hemph, belum ada namaku  dideretan buku ini! Akan kupastikan  April 2014 akan ada buku ku di ruangan ini”, ucapku  untuk memotivasiku.

Sungguh, aku benar-benar bosan  berada diruangan yang penuh dengan  buku karangan orang lain. Semenjak bekerja di Kaizen,   aku bertekad untuk menerbitkan sebuah buku. Ku buat novel yang menceritakan tentang si gadis  kecil yang selalu kuperhatikan. Ku beri judul “Bidadari Kecilku”. Kutulis novel itu dengan cinta,  dengan sepenuh hatiku.  Sebagai mana aku adalah seorang pengagumnya.  Tapi, baru setengah kutulis, ada berita bahwa si kecil itu akan dapat melihat jika  ada orang yang  bersedia mendonorkan kornea mata untuknya. Kuputuskan untuk  mendonorkan  kornea mataku, agar ia dapat melihat seperti  yang lainya. Hal ini ku lakukan karena teringat pesan ibuku dan pengorbanan ibunya.

    “Tuhan,
    Semoga mataku memberikan manfaat untuknya”.

***

Ruangan yang tidak terlalu besar,  dihiasi gorden hijau  disisi kanan pasien. Suasana yang dingin menambah ketegangan  dalam ruangan itu, ada yang berkomat-kamit penuh harap,  ada yang duduk sambil meletakkan  tangannya di depan mulut, bahkan ada yang sampai menggigit bibir sendiri.  Berlahan ia  membuka kasa putih yang menutup matanya.

    “Ayah, aku bisa melihat” ucapnya.

Mataku mulai berkaca, Ayah dan seisi ruangan itu pun terus memuji keesaan Allah.  Ayah langsung memelukku dengan erat.

“Ayah, mengapa aku bisa melihat”, tanyaku polos dan berulang kali
“Ada seorang wanita yang mendonorkan kornea matanya untukmu,Nak”. Jawab Ayah singkat.

“Bagaimana keadaanya Ayah”

“Ia rela menggantikan posisimu, karena dia sangat mengagumi keteguhan hatimu” tambah Ayah sambil memegang kedua pipiku yang telah basah dengan cairanku sendiri

“Ayah, kenapa untuk mendapatkan sesuatu, Ayah biarkan  orang lain kehilangan sesuatu? Ini nggak adil Ayah!”. Ucapku dengan penuh kekesalan terhadap Ayah
“Lara, Ayah tidak bermaksud untuk membuatnya kehilangan sesuatu. Tapi, ia memang benar-benar ingin membantumu”

“Ayah, aku ingin bertemu dengannya Ayah. Memeluknya dengan tangan kecilku”,

“Tentu sayang”

Setelah aku dapat melihat, aku tahu dari Ayah bahwa perempuan yang mendonorkan kornea matanya adalah orang yang sering memperhatikanku. Dan Ayah memberikan sebuah tulisan tentangku yang belum selesai, karena ia tak bisa menyelesaikan tulisan itu setelah ia tak dapat melihat.  Tulisan itu aku sambung, jika dulu ia sering memperhatikanku dan membuat tulisan tentangku. Sekarang  semuanya terbalik.  Aku yang sekarang  lebih suka memperhatikannya, dan mencoba menyambung tulisannya tentangku yang kemudian kusambung tulisanku  tentangnya.

Aku lebih suka memperhatikan wanita itu setiap pagi di depan gerbang sekolahku, kata Ayah namanya Dinda. Ternyata ia lebih indah dariku, wajahnya putih mengalahkan putihku. Senyumnya manis mengalahkan manisku. Pujian dan kekagumannya untukku belum seberapa, jika dibanding  kesholehan dan kecantikan seorang bidadari dunia yang aku lihat dalam diri Kak Dinda.

    “Tuhan, aku yakin bidadari cemburu padanya”.

Sesekali ku baca kembali setengah novel yang pernah ia buat, ia menceritakanku seakan-akan aku jauh lebih baik darinya. Padahal, seperempatnya saja  aku belum bisa dikatakan lebih baik darinya.

    “Ya Robb, aku ingin ia menjadi Ibuku. Manjadi bidadari sejatiku”

Ku coba bicarakan dengan Ayah tentang Kak Dinda, Ayah hanya tersenyum. Terkadang, aku juga menemukan Ayah yang juga sedang memandangnya setelah mengantarku ke sekolah. Aku yakin Ayah menyukai Kak Dinda.

    “Ayah, jadikan Kak Dinda sebagai Ibuku”. Pintaku tak bosan-bosannya terhadap Ayah.

Ayah berjanji padaku, bahwa ia akan menjadikan Kak Dinda sebagai Ibuku. Ku langsung menemui Kak Dinda, memohon dengannya untuk menggantikan Ibuku yang telah meninggal.

“Asslamu’alaikum,..

Kak Dinda, ini aku  Lara. Akhwat kecil yang selalu engkau perhatikan setiap pagi.  Kebiasaanmu dulu,  sekarang menjadi kebiasaanku. Bolehkah aku memelukmu?

Kak Dinda  hanya terdiam mendengar suaraku, ia tak tahan menahan butiran  yang membuatku semakin mencintainya karena Allah.

    “Sini Sayang, Kakak ingin sekali memelukmu. Mendengar suaramu menyebut nama Kakak adalah hal terindah buat Kakak”.

Kak Dinda memelukku sama seperti Ibu memelukku, aku merasakan kembali ada jiwa-jiwa Ibu di diri Kak Dinda. Aku mencoba mengapus air mata Kak Dinda, Kak Dinda seakan-akan menatapku meskipun ia sudah tak dapat melihat.

“Kak Dinda, aku sangat menyayangimu. Maukah engkau menjadi Ibuku? Aku ingin engkau menjadi Ibuku Kak. Aku tahu, Kak Dinda pasti juga menyayangiku. Kak, jadilah Bidadari yang nyata untukku dan Ayah”.

Aku mencoba terus meminta Kak Dinda untuk menjadi Ibuku, meski terkadang Kak Dinda tidak menyanggupi. Tapi aku terus memaksanya, hingga akhirnya Kak Dinda bersedia menjadi Ibuku dan menjadi istri dari Ayahku.

***

Seminggu lagi pernikahan Ayah dan Kak Dinda akan dilaksanakan. Kulihat Kak Dinda lebih cantik dari Bidadari. Yang pasti lebih cantik dariku. Wajah bersihnya selalu dihiasi dengan senyum yang dapat mebuat orang  ingin selalu memandangnya. Ya, kesempatan banyak orang memandangnya, karena Kak Dinda tak dapat melihat siapa saja yang sering menikmati kecantikannya.  Kesholehahannya sebagai wanita  menambah kecantikan luar dalam yang ia punya.

“Ibu, sebentar lagi aku akan mempunyai Ibu lagi. Yang Insya Allah bisa menjagaku dan menjaga Ayah. Kau pasti senang kan Ibu?”. Bicaraku sambil memandangi fhoto Ibu yang ada ditanganku

Seminggu itu bukan waktu yang lama bagiku jika aku berada didekat Kak Dinda.  Hari ini Kak Dinda sepertinya sangat senang sekali, kutemukan senyum Kak Dinda menentramkan hatiku. Aku yang sejak seminggu yang lalu telah berada didekat Kak Dinda tahu betul bagaimana kebiasaan Kak Dinda dalam merawat dirinya dan merawat imannya. Karena Aku selalu memperhatikan Kak Dinda.

    “Tuhan, Kak Dinda memang wanita yang luar biasa!”

Pagi ini Kak Dinda memelukku dengan erat, menyatakan semua rasa cintanya untukku.

“Lara, Kakak ingin selalu bersamamu hingga maut yang akan memisahkan kita. Kakak tak pernah bermimpi  bisa mendekatimu, bisa memelukmu, bahkan sebentar lagi  Kakak akan menjadi Ibumu. Ini adalah sebuah kado yang luar biasa Indahnya yang Allah beri untuk Kakak. Lalu, nikmat yang mana lagi yang akan Kakak dustakan?

“Kakak, Lara dan Ayah mencintaimu karena Allah, berjanjilah  untuk tidak meninggalkan Lara ya Kak”Pinta ku.

Kak Dinda selalu menangis jika telah berhasil memelukku. Dia terus mengagumiku sama seperti ia mengagumiku ketika aku buta.  Tapi rasa kagumku terhadapnya jauh lebih besar.

    Kak Dinda telah siap untuk di modifikasi oleh perias. Ia selalu melantunkan tasbih Allah dalam senyumnya ke cermin yang ada dihadapannya, meskipun ia sendiri tak bisa menikmati keindahan wajahnya. Kak Dinda sangat cantik sekali, periaspun selalu  memuji kecantikan Kak Dinda. Hingga ia selalu meruti segala keinginan Kak Dinda. Sekarang Kak Dinda sudah siap disebut pengantin.  Subhanallah, ,

    “Ayah pasti terpesona melihat kecantikan Kak Dinda, Inilah yang sebentar lagi akan berstatus sebagai Ibuku”. Pikirku dalam hati

Tapi, Kak Dinda tiba-tiba mengejutkanku.  Ia lupa dengan sholat dhuhanya. Sehingga ia meminta izin untuk melaksanakan dhuha. Itu berarti semua make up dan hiasannya harus dilepas. Sedangkan Ayah sudah dalam perjalanan. Kak Dinda terus memaksa untuk melaksanakan wudhu, semua orang yang berada dirumah itu tak ada yang bisa mencegahnya.  Termasuk juga aku, aku sama sekali tak bisa  menolak keinginan Kak Dinda.  Kak Dinda kemudian Wudhu, dan melaksakan dhuha. Aku terus memandangi Kak Dinda, dia memang wanita yang luar biasa. Disujud terakhir, Kak Dinda lama sekali.  Bahkan sampai 5 menitpun Kak Dinda belum mengangkat kepalanya. Aku mulai aneh, doa apa yang sebenarnya Kak Dinda baca. Sampai 10 menitpun Kak Dinda juga belum bangkit. Semua orang yang sedari tadi memperhatikannya mulai merasa heran, mengapa Kak Dinda lama sekali sujudnya.

    Aku memberanikan diri mendekatinya, kusentuh berlahan pundak Kak Dinda. Kak Dinda tetap diam dengan sujudnya. Kuperhatikan kembali dalam-dalam. Ya tuhan, aku tak menemukan kembali nafasnya. Aku kemudian langsung menggoyang-goyang Kak Dinda, memanggil namanya dan memanggilnya sebagai Ibu.

    “Ibu, mengapa kau pergi untuk kedua kalinya. Ayah sebantar lagi sampai bu, Ayah sebentar lagi sampai untuk menjemput kita, Kau dan Aku. Bangunlah dari sujudmu, aku ingin kau selalu menjadi Ibuku”

Kak Dinda meninggal dalam sujud terakhirnya, ketika Ayah sampai, Ayah tak sempat lagi memuji kecantikannya dan menyebutnya sebagai istri.  Tak banyak yang bisa aku lalukan, kecuali meminta Tuhan memberikan Firdaus untuknya dan meminta Tuhan menjadikannya Bidadari yang akan menantiku dan Ayah. 

***

Aku selalu menantikan Kak Dinda dalam hari-hariku, kuteruskan novel yang ia buat untukku. Ku ganti judul novelnya dengan “Menjemput Bidadari”. Dialah bidadari sejatiku. Ku persembahkan sebuah novelette yang ku buat dengan Kak Dinda. Kucoba terbitkan novelnya disebuah penerbitan seperti diawal cerita tulisan Kak Dinda.  Setelah itu novel Kak Dinda menghiasi toko buku Kaizen yang selalu ia sebut sebagai perpustakaan pribadinya. .

“Kak Dinda, engkau yang belum sempat untuk ku panggil Ibu. Novel kita telah aku terbitkan. Semoga Kakak senang, nama Kakak telah menghiasi  perpus Kakak dan rak nomor 1032 itu. Kupersembahkan novel ini sebagai  rasa cintaku kepadamu. Semoga engkau selalu menjadi bidadari, baik didunia maupun diakhirat. Terima kasih Kak untuk semuanya, termasuk juga kornea matamu”. Aku dan Ayah mencintaimu Kak.

Baca Juga Cerpen Pernikahan, Ayah Izinkan Aku Menikah

INILAH 7 ILMUWAN WANITA INDONESIA YANG MENGINSPIRASI

Sunday, September 24, 2017


“Wanita itu adalah Tiang suatu Negara, apabila wanitanya baik
maka Negara akan baik dan apabila wanitanya rusak
maka Negarapun akan rusak” . (Pepatah)

Dari pepatah diatas, Wanita merupakan tonggak sebuah peradaban. Wanita mempunyai banyak peran dalam kehidupan. Wanita adalah seorang Istri yang harus patuh terhadap suami, seorang Ibu yang bertanggung jawab penuh terhadap anaknya dari dalam kandungan sampai dewasa, seorang anak yang juga harus menghormati orang tuanya. Untuk menyukseskan semua fungsi seorang wanita, diperlukan wanita yang hebat agar tercipta generasi dan lingkungan keluarga serta masyarakat yang hebat pula.

Peran wanita hebat sangat dibutuhkan, karena anak-anak merupakan bibit-bibit penerus bangsa Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan seorang tokoh yang bernama Syauqi “Ibu Ibarat madrasah (sekolah), jika kau persiapkan maka sesungguhnya kau sedang menyiapkan bangsa (besar) yang wangi keringatnya”. Dari kalimat tersebut menggambarkan bahwa wanita mempunyai peranan penting dalam membangun dan menanamkan nilai-nilai positif terhadap generasi penerusnya.  Didalam keluarga, wanita merupakan benteng utama dalam keluarga. Menjadi Madrasah pertama bagi anak-anak guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan jumlah wanita lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki, membuat wanita harus mempunyai talenta dalam berbagai bidang pendidikan, lingkungan, politik, ekonomi, keluarga, agama dan lainnya. Setiap wanita sebenarnya terlahir hebat, karena mempunyai peran yang sama dalam kehidupan ini. Namun, jika seorang wanita dapat membangun atau menciptakan estapet yang banyak sebagai penerus, maka ia akan menjadi wanita yang menginspirasi. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Pada zaman yang sudah super teknologi seperti sekarang ini, semestinya kita sebagai wanita harus banyak-banyak bersyukur. Kita sudah dapat menikmati fasilitas yang ada, tidak perlu lagi berjalan kaki berkilo-kilo hanya untuk mendapatkan satu batang tempe atau tidak perlu memasak air sampai berjam-jam lamanya. Serkarang dunia sudah semakin canggih, jika lapar sudah bisa pesan dan delivery. Beli baju tidak usah jauh-jauh buang keringat untuk kepasar. Cukup punya uang dan bermodal android  tinggal klik saja, barang langsung diantar sampai kerumah.

Dengan dunia yang sudah seperti sekarang ini, sangat sayang sekali jika kita tidak memanfaatkan peran keahlian wanita yang begitu potensial. Namun, hanya beberapa wanita yang mampu berpikir untuk menciptakan bukan hanya sekedar menikmati. Kita bisa belajar dari Raden Ajeng Kartini menulis mimpi, seandainya para perempuan bisa bersekolah. Kini, bukan hanya bersekolah di lokal saja, sebagian perempuan Indonesia ikut berlaga dalam kancah dunia.  Lewat pendidikan, daerah yang dulu padam bisa kembali terang. Bahkan, sebagian mereka tak hanya bisa mengenyam pendidikan, tapi juga berprestasi, berperan, ikut menentukan arah sejarah.

Wanita-wanita hebat ini tentu juga akan melahirkan generasi-genarasi yang hebat pula, bayangkan jika yang hebat itu salah satunya adalah kita. Betapa berharganya sebuah janin yang hadir di Rahim kita, tentu jika di arahkan kejalan yang benar akan tercipta genarasi yang jauh lebih baik. Insya Allah..

Berikut kartini-kartini Indonesia saat ini yang ikut handil dalam memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia maupun dunia.

1.    Evvy Kartini
http://www.ngehits.net
Evvy Kartini adalah Fisikawan Indonesia yang ahli dalam teknologi tenaga nuklir dan salah satu dari sepuluh ahli sejenis yang ada di dunia. Ia dikenal sebagai ilmuwan penemu penghantar listrik berbahan gelas dengan teknik hamburan netron yang berdaya hantar sepuluh ribu kali lipat dari bahan sebelumnya.

Evvy, lulusan ITB 1998 ini mulai menjajaki material kaca saat magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990. Ia berhasil menemukan model baru difusi dalam material gelas. Penemuan itu dipresentasikan pada Konferensi Internasional Hamburan Netron (ICNS) Jepang. Maka namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B (1994).

Saat itu pula ia mulai berkolaborasi dengan para profesor peneliti netron dari Jepang dan Inggris, negara-negara terkemuka dalam penelitian netron. Kolaborasi menghasilkan fenomena dinamika ion dalam bahan -bahan gelas. Penemuan besar yang dicari para ilmuwan dari berbagai belahan dunia. Ia masih tekun dengan banyak penelitian di tingkat dunia tentang material dan energi.

2.    Is Helianti
http://ptb.bppt.go.id

Is Helianti merupakan peneliti di Pusat Teknologi Bioindustri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.  Ia memimpin timnya untuk melakukan rekayasa genetika enzim. Belum lama ini mereka menemukan bakteri yang potensial sebagai penghasil xilanase jenis baru, enzim yang digunakan sebagai pemutih kertas. “Untuk memutihkan kertas, biasanya menggunakan bahan kimia, klorin, dan memang lebih murah. Tapi efeknya membahayakan manusia dan mengancam lingkungan. Belum banyak industri berbasis bioteknologi di Indonesia, ia yakin penemuan di bidang ini sangat bermanfaat.

Teknologi telah meringankan hidup manusia dan tak jarang memberi solusi di tengah ketegangan antara rasionalisme dan keimanan. Dulu insulin diambil dari babi. Tapi sebagian orang muslim tidak bisa menerima. Teknologi rekayasa genetika ternyata sangat membantu.

3.    Herawati Sudoyo
http://www.thelancet.com
Herawati Sudoyo adalah sosok dibalik terungkapnya pelaku bom bunuh diri di Bali pada 2004 lalu.  Dia bersama Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri melakukan teknik analisa DNA, yakni mengumpulkan dan memeriksa serpihan tubuh dari ledakan tubuh dan posisi pelaku. Herawati dan tim pun berhasil menemukan pelaku bom kurang dari dua minggu.

Dia menerima penghargaan Habibie Award, Australian Alumni Award of Scientific and Research Innovation, serta Wing Kehormatan Kedokteran Kepolisian atas jasanya tersebut.

4.    Sri Mulyani
http://ekonomi.metrotvnews.com
Namanya berkali-kali masuk dalam daftar perempuan paling berpengaruh. Majalah Globe Asia, sembilan tahun lalu menempatkannya menjadi Perempuan paling berpengaruh ke-2 di Indonesia.

Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang memegang kendali World Bank. Jabatannya sebagai Chief Operating Officer sekaligus sebagai Direktur Pelaksana di Wolrd Bank sejak 2010 menentukan seluruh operasi bank itu di seluruh dunia.

Sebelum masuk ke World Bank, Sri menduduki sejumlah pos penting di Indonesia. Bappenas, Menteri Keuangan, bahkan Menteri Koordinator Keuangan pernah ia singgahi.

5.    Rini Sugiarto
https://www.otonomi.co.id
Situs film dunia IMDB, mencatat peran Rini pada banyak film Hollywood. Film macam, Avengers: Age of Ultron, Teenage Mutant Ninja Turtles, The Hunger Games: Catching Fire, hingga The Adventures of Tintin tak lepas dari karya animasinya.

Lulus kuliah tahun 2005, Rini pun mulai bekerja sebagai character animator, di antaranya untuk Weta Studio di Selandia Baru, milik sutradara terkenal Peter Jackson. Di sana ia juga ikut menggarap film "The Avengers," "Iron Man 3," dan "Hunger Games: Catching Fire”. Peran sebagai animator dan visual effect lekat pada lulusan jurusan Animasi Academy of Art University, San Fransisco, Amerika Serikat ini.

6.    Tri Mumpuni Wiyatno
http://blog.tuneeca.com
Tri Mumpuni Wiyatno, lewat proyek listrik mikro hidronya, berhasil menerangi tak kurang 60 pelosok dengan listrik mandiri. Tak hanya di Indonesia, satu desa di Filipina juga ikut menikmati listrik gagasannya. Listrik gagasannya juga bukan listrik dengan tenaga bahan bakar fosil, tapi aliran sungai yang ramah lingkungan.

Tak hanya membangun pembangkit listrik, Tri lewat Yayasan Ibeka (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) juga membangun manusia di sekitar pembangkit. Ia membimbing masyarakat setempat membuat organisasi yang akan mengurus turbin. Tim yang terbentuk tersebut juga dilatih menghitung biaya pelanggan dan biaya pemeliharaan.

Masyarakat juga diajak menjaga lingkungan. Jika sebuah turbin bisa dibangun, maka mereka bersepakat tak akan ada penebangan pohon dan vegetasi di daerah tangkapan air di hulu harus dipertahankan seluas 30 kilometer persegi, agar pembangkit listrik tenaga air itu dapat menjalankan fungsinya terus-menerus

7.    Sri Fatmawati
https://siapbelajar.com/
Sri Fatmawati SSi M.Sc Ph.D asal kampung Pandiyan, Sampang, Madura berhasil meraih penghargaan internasional yang digelar atas kerja sama raksasa kosmetika Prancis.

Sri Farmawati menemukan potensi senyawa kimia dalam spons laut yang berguna sebagai mengobati penyakit malaria, infeksi, alzheimer, dan kanker.

Ke tujuh wanita hebat diatas merupakan salah satu harta berharga yang dimiliki Indonesia, karena ilmu atau talenta seseorang tidak bisa tercipta hanya dari uang yang banyak. Namun tercipta dari kemauan akan perubahan yang bersifat membangun sebuah kemajuan peradaban dan masa depan. Semoga kita semua dapat menjadi salah satu ilmuan hebat yang menginspirasi di kemudian hari.


Sumber :
http://www.dewimagazine.com/news-art/inilah-dunia-jasad-renik-seorang-is-helianti
https://blogpenemu.blogspot.co.id/2015/08/evvy-kartini-penemu-penghantar-listrik.html
https://beritagar.id/artikel/berita/perempuan-indonesia-di-panggung-dunia
http://cewekbanget.grid.id/Love-Life-And-Sex-Education/Inspiratif-7-Ilmuwan-Wanita-Indonesia-Ini-Berhasil-Melakukan-Penemuan-Yang-Mengubah-Dunia

Cara Mempercantik Furniture Rumah Agar Lebih Ekonomis

Tuesday, September 19, 2017

Siapa yang ingin melihat rumahnya menjadi berantakan dengan berbagai macam perabot kotor dan kusam? Sayangnya, jika ingin mempercantik rumah dengan menggunakan perabot baru sepertinya akan membuat dompet menjadi jebol. Tabungan akan tergerus, namun hal tersebut terjadi jika Anda belum mengetahui bagaimana tips untuk mempercantik rumah dengan perabotan. Sebagai seorang konsumen, kita harus lebih cerdas untuk menyiasati berbagai kebutuhan hidup. Di jaman sekarang, penghematan dapat ditempuh dengan berbagai macam cara. Ada beberapa cara mempercantik furniture rumah dengan dana yang lebih terbatas.

Pertama, ganti lebih cepat. Jika Anda baru-baru ini melihat perabot rusak di dalam rumah, lebih baik segera menggantinya, bila tidak dapat diperbaiki menjadi normal kembali. contohnya satu sofa bolong karena sudah dimakan usia, memang tidak dapat diperbaiki, namun bisa jadi seat lain juga bolong, sehingga lebih baik Anda menggantinya dengan sofa baru yang lebih kuat dan muda.

Kedua, memilih barang diskon. Sejumlah toko seperti mall, toko perabot hingga ritel modern memiliki berbagai macam diskon. Anda bisa mencari program ini sebelum memutuskan melakukan pembelian perabotan yang baru. Walaupun hanya 10% diskon yang diberikan pada Anda, namun diskon ini begitu membantu penghematan, lebih-lebih jika Anda memiliki kartu kredit, banyak program diskon khusus untuk pemegang kartu kredit tertentu, oleh sebab itu cek kembali, apakah ada promo yang ditawarkan oleh kartu Anda.

Ketiga, hemat dan ekonomis. Jika perabot yang akan Anda beli seperti barang elektronik, usahakan mencari perabot yang hemat energi. Sebuah barang dapat dikatakan hemat energi jika penggunaan daya atau wattnya lebih kecil. Jika energi dapat Anda hemat, listrik juga menjadi lebih hemat. Teknologi yang berada di dalamnya juga menentukan kecil atau besarnya energi yang harus dikonsumsi, kulkas inverter semisal, biasanya lebih hemat dibandingkan dengan barang standar, tetapi barang hemat energi juga tidak cukup berhemat, Anda bisa menanamkan pola hidup hemat.

Ada beberapa cara desain furniture rumah di beberapa ruangan, antara lain:
  • Ruang keluarga. Untuk ruang keluarga, ruang ini sepenuhnya dipergunakan untuk tempat mengobrol atau bersantai sembari menonton televisi. Gunakan sofa yang memiliki warna lembut,

  • Kamar tidur. Agar kamar Anda tidak berubah menjadi sempit, lebih baik Anda memilih ranjang yang sesuai dengan luas kamar. Bila tidak memungkinkan terdapat kepala ranjang, pilih dipan yang tidak memiliki kepala. Selain itu pemilihan sprei juga jangan gelap, agar membuat kamar menjadi cerah dan tenang. Hindari meletakkan televisi di dalam kamar karena memiliki resiko membuat Anda tidak mudah tidur,

  • Kamar mandi. Mandi dengan shower sebenarnya lebih menghemat air bila dibandingkan menggunakan gayung. Kamar mandi yang tanpa menggunakan bak juga akan lebih luas.


MENELUSURI RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO DI BENGKULU

Tuesday, September 12, 2017
Lukisan Rumah Bung Karno Ketika Event Jejak Warisan Budaya Bengkulu
 MENELUSURI RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO DI BENGKULU

Untuk mengisi waktu liburan, saya dan teman-teman sengaja mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno. Udara disana segar banget, angin yang berhembus terasa menyapu pipi dan mengibarkan jilbab dan gamis yang saya kenakan, jika duduk di teras rumahnya agak lama sedikit, saya pastikan saya akan tertidur dikarenakan nyamannya berada di Rumah Bung Karno.

Berdirinya rumah bung Karno saat ini, tentu penuh perjuangan. Hingga akhirnya menjadi salah satu Warisan Budaya Bengkulu. Sehingga 5 september 2017 lalu, diadakan pembukaan Jejak Warisan Budaya Bengkulu di halaman Rumah Bung Karno. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Pemerintah Provinsi Bengkulu, Media center Bengkulu dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi (BPCB JAMBI). Mengapa BPCB Jambi? Karena Bengkulu merupakan salah satu Provinsi cakupan BPCB Jambi di Sumatera.
Rumah Pengasingan Bung Karno dari Sisi Depan
Sebelum kita menikmati kesejukan dan keindahan rumah Tradisional Bung Karno, sebaiknya kita mengetahui lebih dahulu mengapa sampai Presiden Pertama kita itu sampai diasingkan di Bengkulu.

ALASAN BUNG KARNO DIASINGKAN DI BENGKULU

Siapa yang tidak kenal Bung Karno? Presiden Pertama Indonesia yang sempat diasingkan di Bengkulu. Setelah menjalani pengasingan di Ende, Flores, Bung Karno dikirim Belanda ke Bengkulu selama empat tahun sejak 1938 sampai 1942. Di daerah yang terbilang masih primitif dibanding daerah lain diharapkan akan mematahkan semangat dari Bung Karno.

Faktor utama atau pertimbangan penjajah dalam menyingkirkan pejuang besar seperti Bung Karno adalah dengan mempertimbangkan daerah atau lokasi tempat pembuangan yang dapat menjadikan pejuang tersebut mati kutu, tidak bisa leluasa bergerak dan banyak penyakit. Setiap pembuangan Bung Karno dipastikan ditempat sarang penyakit terutama malaria. Sehingga Pemerintah Hindia Belanda terpaksa mencari tempat pembuangan baru bagi Bung Karno dengan memilih Kota Bengkulu.

Tempat pengasingan Bung Karno selain Bengkulu penuh bahaya penyakit dan benar-benar merasa diisolasi dari masyarakat dan orang yang banyak perhatian dalam soal sosial kemasyarakatan dan merasa amat jauh dari pusat pergerakan seperti Ibukota Jakarta. Di Bengkulu disamping dekat dengan Ibukota, Bengkulu memberi kesempatan Bung Karno mendalami berbagai ilmu pengetahuan karena di Kota Bengkulu terdapat bibliotik, tidak ada penerangan listrik, air ledeng, pokoknya pengasingan di Bengkulu merupakan semacam “ablessing indisguise” (rahmat terselubung).

PRESIDEN PERTAMA MENIKAH DENGAN PUTRI BENGKULU
Bung Karno dengan Ibu Fatmawati beserta 5 Orang Anaknya
Hubungan cinta antara Bung Karno dan fatmawati membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang begitu berat. demi memperoleh putri Bengkulu yang dicintainya, Bung Karno dengan perasaan yang sangat berat terpaksa harus merelakan kepergian Inggit. sosok wanita yang begitu tegar, sabar dan tulus mendampingi perjuangan Bung Karno sampai Indonesia Merdeka. Pahit Getir sebagai tahanan dan buangan Belanda sering dilalui Bung Karno bersama Inggit. namun, sejarah berkata lain. Kehadiran Fatmawati diantara Bung Karno dan Inggit telah merubah segalanya.

Di kota ini Bung Karno bertemu dengan Fatmawati yang kemudian menjadi istri ketiganya. Kala itu Bung Karno masih berstatus suami Inggit Garnasih, wanita 13 tahun lebih tua yang begitu setia dan taat kepadanya.

Setelah 20 tahun menikah, Soekarno dan Inggit kemudian berpisah lantaran Soekarno ingin memperistri Fatmawati yang masih berusia 20 tahun saat itu. Alasannya karena Soekarno ingin memiliki keturunan. Setelah menikah dengan fatmawati, Bung Karno memiliki 5 orang anak yang salah satunya juga pernah menjadi Presiden Indonesia.

BENGKULU BERUNTUNG PERNAH MEMBESARKAN PUTRA BANGSA
http://www.siagaindonesia.com
Kota Bengkulu memiliki sejarah bagi rakyat Indonesia untuk mengetahui perjalanan hidup Bung Karno, Presiden pertama Indonesia semasa mengalami pengasingan.

Sebagai orang Bengkulu, saya sangat bangga sekali, karena Bengkulu pernah menjadi tempat tinggal Presiden Pertama Indonesia. Bagaimana tidak?, sampai saat ini selain Bung Karno belum ada Presiden yang benar-benar tinggal di Bengkulu. Jikapun mereka datang ke Bengkulu, hanya untuk kunjungan daerah memantau perkembangan Bengkulu.

KEINDAHAN RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO


Rumah Bung Karno terletak di Jln Soekarno Hatta kelurahan Anggut Atas Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.  Rumah yang disediakan untuk Bung Karno selama menjalani pengasingannya di Bengkulu adalah tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian adalah seorang pengusaha yang menyuplai kebutuhan bahan pokok bagi pemerintahan kolonial Belanda, Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga Tahun 1942.

Rumah itu berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough, Rumah yang awal dibangun pada abad ke-20 ini, berbentuk persegi empat panjang.
Bangunan ini tidak berkaki, dindingnya polos, pintu masuk utama berdaun ganda, dengan bentuk persegi Panjang.

Bentuk jendela persegi panjang, berdaun ganda, pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias.
Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas, luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9 × 18 m.

Sebelumnya, luas keseluruhan rumah ini mencapai 4 hektar, selain rumah utama, ada beberapa bangunan lain. Dengan berjalannya waktu, oleh pemerintah Provinsi Bengkulu lahan yang ada kemudian dibagi-bagi untuk rumah penduduk, sebagian untuk Gedung Instansi pemerintah Daerah setempat.
https://www.triptrus.com

Sisi Samping dan Luar Ruangan Kerja Bung Karno
Kursi di Ruang Tamu Bung Karno
Lemari Pakaian Bung Karno
Gallery Foto di Kamar Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih

Kamar Pembantu Bung Karno
Sepeda Ontel Bung Karno
 Nah, Indah bukan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu? Menikmati tempat seindah dan sesejuk ini kita tidak perlu mengeluarkan dana yang besar sebagai tiket masuk. Cukup membayar Rp. 2000 saja kita sudah bisa sepuasnya mengelilingi dan selfie-selfie disini. Dirumah Bung karno bisa juga menyewa untuk Prewed, hanya membayar sebesar Rp. 150.000 saja. Murah bukan? Saya aja pengen banget punya rumah seperti rumah Bung karno. Semoga kesampaian membuat Replika rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, Aamiin.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog dan #NulisSerempak Warisan Sejarah Budaya Bengkulu bersama teman-teman Blogger Bengkulu


Informasi lebih lengkap, kita juga bisa kunjungi media sosial BPCB Jambi berikut ini;
Twitter: @cgarbudayajambi
Facebook: Cagar Budaya Jambi 

Instagram: cagarbudayaJambi


SENYUM PEPSODENT BERSAMA BLOGGER BENGKULU
...CEKREK!...



ANAK SUSAH BELAJAR? RUMAH JUARA SOLUSINYA

Tuesday, September 5, 2017




Mendidik anak menjadi  juara tidaklah mudah, ditambah lagi kemajuan teknologi sering kali merubah pola hidup, pola pikir dan pola sosial anak. Terkadang banyak orang tua yang menuntut agar anaknya juara, sehingga berbagai macam cara dilakukan oleh para orang tua. Mirisnya, jika cara yang dilakukan ini mempengaruhi mental si anak, sering sekali dengan kemauan orang tua yang begitu kuat, membuat anak menjadi stress sendiri. Maka perlu diperhatikan oleh para orang tua untuk memilih dan menentukan media belajar yang interaktif berdasarkan perkembangan zaman saat ini, karena zaman kita sebagai orang tua berbeda dengan zaman anak kita saat ini.. Sebagai orang tua selain memantau aktivitas belajar anak di rumah dan disekolah, perlu juga untuk mulai melek teknologi. Mencari bagaimana cara yang tepat untuk mendidik anak menjadi juara.

Selain itu, menjadi orang tua saat ini tentu harus ikut aktif dalam mengawasi dan membimbing anak belajar. Hanya belajar dirumah tidak mampu membangun karakter dan kecerdasan anak. Adanya kombinasi belajar dirumah dan belajar di sekolah cukup membantu dalam mengarahkan anak menggali potensinya, namun banyak orang tua merasa hal tersebut belum cukup untuk bekal anak bersaing dalam membentuk akhlak yang baik dan kecerdasan aktif untuk menjadi Juara. Maka tak jarang, di zaman sekarang ini sudah banyak orang tua yang melek akan pendidikan. Karena persaingan semakin kekat, kebutuhan akan pendidikan semakin kuat maka orang tua sering dihinggapi rasa khawatir akan kemajuan prestasi anaknya.

Orang Tua Harus Siap Mendampingin Anak Agar Menjadi Juara

Orang tua tidak cukup hanya mengandalkan buku belajar anak yang disediakan oleh guru dan sekolah, ataupun hanya sekedar brosing-brosing bersama mbah gugel. Namun orang tua harus mulai memperhatikan teman sesama orang tua untuk berdiskusi, tempat untuk berkonsultasi dan media cetak atau elektronik sebagai referensi pendukung.

Salah satu media online yang bisa dijadikan referensi orang tua, guru dan anak dalam mendampingi belajar untuk menjadikan seorang anak juara yaitu Rumah Juara

MENGAPA HARUS RUMAH JUARA?

Di Rumah Juara kita akan diberikan sebuah Akun, yang akan membantu kita dalam membimbing anak dalam belajar. Dengan akun tersebut kita dapat mengakses banyak kebutuhan kita sebagai orang tua yang mendidik anak dan juga sebagai anak yang membutuhkan media interaktif, ebook dan soal-soal untuk berlatih.


ADA APA DIRUMAH JUARA?

Di Rumah Juara kita akan menemukan banyak animasi, video, permainan interaktif dan lembar latihan yang membantumu belajar. Kita juga akan ditemani oleh teman-teman dari Rumah Juara. Bersama Rumah Juara belajar jadi menyenangkan

 
 


   
DAFTAR DI RUMAH JUARA YUK
Buat kamu sebagai Guru, ataupun Orang Tua daftarkan dirimu  di Rumah Juara secara GRATIS.
  • Silahkan kunjungi https://www.rumahjuara.com/
  • Klik daftar untuk Anda yang baru pertama kali berkunjung, jika sudah mendaftar berarti klik login.
  • Untuk mendaftar, terlebih dahulu pastikan kita mendaftar sebagai siapa? Orang tua, siswa atau guru. Isi identitas diri berupa email, nomor hp dan kode voucher. Kode Voucher bisa di dapatkan di halaman beranda situs.
  • Setelah sukses mendaftar selanjutnya akan ada pemberitahuan lewat email tentang aktivasi berupa username dan pasword.
  • Kembali ke situs Rumah Juara dan lakukan login dengan username dan pasword yang telah dikirim lewat email.
  • Silahkan lakukan aktivitas di situs Rumah Juara sesuai dengan keinginan Anda.


Kehadiran Rumah Juara sangat membantu kita dalam mengarahkan anak belajar,  sebagai orang tua sering kali risau disebabkan anak terlalu senang dengan Androidnya. Anak-anak lebih betah berjam-jam di depan Android dari pada di depan buku atau belajar. Menanggapi hal tersebut, Rumah Juara menawarkan media yang sangat menarik untuk mendampingin orang tua dan anak belajar, karena Rumah Juara sudah tersedia dalam bentuk Aplikasi.

Cara Mendapatkan Aplikasi Rumah Juara di Android Kita

  • Buka PlayStore, install aplikasi Rumah Juara
  • Kemudian masukkan username dan password yang sudah kita buat di   website rumah juara https://www.rumahjuara.com/
  • Setelah masuk, kita akan menemukan hal seperti ini:

Setelah kita menemukan pilihan kelas untuk anak kita, kitas bisa tinggal memilih salah satu kelas yang sudah disediakan. Masing-masing kelas sudah tersedia berbagai macam Media Interaktif, Ebook dan Bank Soal yang siap untuk menemani dan membimbing anak kita belajar. Metode belajar dengan Android ini, sangat efektif untuk menimbulkan ketertarikan anak untuk belajar





 
Saya sebagai orang tua dan guru sangat terbantu dengan hadirnya Rumah Juara, saya juga tidak perlu repot-repot searching soal untuk siswa-siswa saya karena Bank soal sudah tersedia dengan lengkap dan bisa langsung di cetak/print. Kehadiran Rumah Juara sangat membantu aktivitas saya dalam melakukan aktivitas belajar mengajar.

Oh ya, tidak hanya aplikasi dan websitenya saja yang bermanfaat, lho! Sosial medianya pun demikian. Rumah Juara mengemasnya dengan informatif dengan infografis yang menyenangkan. Yuk, difollow instagram dan twitternya: @rumahjuara_





Auto Post Signature