Sabtu, 10 Juni 2017

RAHASIA KAKAK


Nostalgia Tulisan 2010

Awas…. Awas…. Awas…! Gue mau  tidur, luh ngapain dikamar gue?? Kamar luh ada. Minggir….!, sambil menarik  tangan Shella dan mendorongnya keluar kamar. “Iya….! Cuma sekedar kamar aja, Awas luh…..! Dasar kakak jelek n jahat”, omel Shella sambil keluar kamarnya.

“Biarin, hidup-hidup gue. Balas Justin,

Beginilah hubungan Shella dan Justin,  Adik- kakak ini tidak pernah akur. Selalu saja ada keributan dirumahnya, masalah kecil bisa jadi besar kalo udah berhubungan dengan dua makhluk ini.

“”Justin…! Shella….!, kalian ini kenapa sih bertengkar terus?, ibu pusing tau nggak  dengan tingkah kalian….! , sehari saja kalian damai? Omel ibu mereka.

“Nnnnnggaaaakkk……..! jawab Justin dan Shella  berbarengan.

Justin merupakan kakak Shella satu-satunya,  penampilannya kayak preman pasar, kalo baru liat kayak mau  makan orang. Justin tidak betah dirumah, pergi pagi pulang entah tak tahu kapan. Untung-untung masih ingat pulang. Ibu dan Shella sama sekali nggak tahu apa yang dia kerjakan,  bagi Shella,  Justin bukanlah kakaknya yang baik.  Dia selalu  memarahi dan memerintahkan Shella. Tak heran jika shella benci banget sama Justin.
Entah kenapa hari ini dia pulang, belum beberapa menit Justin sampai dirumah. Benar, shella  udah dapat celoteh yang nggak jelas banget menurut shella.  Pagi-pagi. Shella udah dapat usiran Justin.

“Beuuuhh…, gue sumpahin luh nggak selamat”.  Tegas shella.

****

Mereka hidup  berempat, Justin, shella, Ibu n adik  laki-lakinya Berry. Sejak Berry berumur 8 Tahun, Ayahnya  meninggal karena sakit. Jadi mereka hanya hidup berempat saja. Si Justin  tak bisa diharapkan untuk menjadi kepala keluarga, pulang aja jarang. Untung mereka mempunyai seorang ibu yang kuat  n tegar.  Shella n berry sangat menyayangi ibunya.

“Shella,  Cuciin baju gue…!” Perintah Justin.

“Malas banget gue cuci baju luh…! Cuci aja ndiri..!”, balas Shella dengan nada keras

“Eh, luh itu adik gue, mesti nurut ama gue..!

“Sejak kapan gue punya kakak kayak luh? Gue nggak pernah tahu kalo gue punya kakak…! Setahu gue yang sering dirumah, hanya Gue, Berry n Ibu”, ngerti loh.

“Terserah loh  aja, mau nganggap gue apa…?”,  tegas Justin sambil pergi meninggalkan Shella yang sedang berada di kamar mandi.

“Ni baju kotor banget? Jelek lagi, mana robek. Kasian juga ni orang, jangan-jangan nggak punya baju, seperti udah lima  hari nggak  pernah dicuci, apa she yang sering di kerjakan dia? Apa nyuri ya? Kemudian ketahuan warga, terus di  kejar, gak tau ah…??? Mungkin aja…!gue cuciin aja  dech…siapa tahu dia jadi baik nanti ama gue!”, bisik Shella sedirian di kamar mandi.

Mencuci baju Justin, tidak membuat sikap Justin berubah terhadap  Shella.  Justin tetap saja selalu memerintahkan Shella sesuka hatinya.  Tapi, walaupun  dia  super menyeramkan, kamarnya  sangat rapi dan tersusun, itu yang menyebabkan Shella betah berada dikamar Justin. Berbeda dengan kamar Shella, yang selalu saja berantakan.

“gue mau pergi lagi, bilangin sama Ibu n Berry….!” Ketus Justin

“Pergi aja, nggak pulang juga nggak papa..!” jawab Shella

 Seperti biasa dengan penampilan yang menyeramkan, Justin membuka pintu rumah dan kemudian pergi.  Shella memerhatikan tingkah kakaknya itu.

 “Persis kayak   preman”, pikir shella.

Shella segera  diam-diam mengikuti  Justin,  soalnya shella sangat penasaran  dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Justin. Tak berapa lama, benar dugaan Shella. Justin  menuju orang-orang yang sama seperti dia, di perempatan jalan   sekitar 10 meter dari pangkalan Bus menuju Bengkulu-Jakarta.

“Pasti, kakak gue sengaja nunggu disana buat ngintai bus-bus yang akan pergi?”, Bisik Sella dari kejauhan di balik sebuah WC tua di daerah itu.

Justin dan kawan-kawannya segera mendekati bus-bus yang segera  berangkat, benar….! Justin mulai  meminta uang kepada semua orang  yang berada dalam bus itu.

“Astagfirullahalazim…!”  Ucap shella.

“kanapa kakak gue jadi begini?”

Semenjak ayahnya meninggal, sikap Justin jadi begitu. Jarang dirumah, penampilan amburadul. Jarang memerhatikan ibu dan adik-adiknya, yah…dia  lebih persis kalo  dibilang anak terlantar.

****

Lima hari setelah pengintaian itu,   seperti biasa Justin pulang. Sekarang Shella sudah tidak lagi tidur dikamarnya. Shella sudah sangat muak dengan sikap Justin.

“Shella…! Cuciin baju gue…!” Printah Justin lagi.

Shella  pura-pura nggak dengar  dengan suara kakaknya, dia tetap melakukan aktivitasnya.

“Shella….! Kalo gue bilang cuciin, ya cuciin…!

“Kalo gue bilang enggak, ya enggak…..!jawab shella dengan nada keras juga.

Justin terdiam mendengar kata-kata Shella,  kemudian mengambil bajunya dan mencucinya sendiri.
Walaupun  Justin sering memerintah dan  ngomel-ngomel nggak jelas,  tapi dia tak pernah  menyakiti  fisik adik dan ibunya. 
Siang itu Justin tidak lagi memerintahkan  Shella, dia lebih banyak  berdiam dikamar.  Wajahnya  kelihatan  tidak  seperti biasa, lebih   lusuh. Shella  merasa aneh dengan sikap kakaknya.

“Apa mungkin  dia tersinggung dengan perkataan gue tadi?” piker Shella

“Enggak tau ah…!”

Sehari setelah itu, Justin pergi lagi.

“Shella, kakak pergi, Jaga Ibu……! Ketus Justin

Anehnya Justin kalau mau pergi pasti titip pesan tuk ibu.

 “Sebenarnya dia baik juga”, pikir Shella.

Pagi itu shella tidak  mengikuti Justin,   dia tetap  mengerjakan  activitasnya  tanpa memperdulikan  ucapan kakaknya itu. Itu hal biasa menurut shella,  lima hari kemudian juga pulang.

Setelah lima hari, Shella  kembali tidur dikamarnya.  Karena takut  dapat usiran lagi dari Justin. Udah kebiasaan Justin setelah lima hari pergi, pulang.
Sampai siangpun Justin belum pulang, diam-diam shella dan ibu menantikan kepulangan kakaknya itu.  Berlanjut sampai sore, masih belum pulang juga. Dua hari juga belum pulang, suasana dirumah Shella mulai  sedikit cemas.  Pasalnya  selama beberapa tahun,  Justin pulang setelah lima hari. Tapi sekarang udah 7 hari  belum pulang.  Sampai dua minggu Justin juga belum pulang.

“Apa mungkin Kakak sengaja meninggalkan kita buk?”, Tanya Shella sambil memandang ibunya.

Ibu  shella hanya diam,  dan tersenyum tipis.
Shella mengajak ibunya untuk mencari tahu  ketempat Justin sering  mangkal. Dimana lagi kalau bukan di perempatan jalan dekat  loket bus Bengkulu-jakarta.
Setelah sampai disana, Shella tak menemukan ada sosok Justin. Hanya ada 2 orang yang penampilannya  semacam dengan Justin.  Shella dan ibunya segera menghampiri kedua pemuda itu.

“Nak, kenal sama Justin..! Tanya Ibu Shella

“Justin yang meninggal karena  kecelakaan  setengah bulan lalu?”, jawab  pemuda itu dengan sedikit  cuek.

“apa? Meninggal? Sambung Shella

“Iya,  dua minggu yang lalu bus yang sering dinaiki Justin mengalami kecelakaan. Kemudian jatuh  kejurang. Semua penumpang  tidak ada yang bisa diselamatkan” jelas pemuda tadi.

Ibu shella mulai melemas,  shella langsung memeluk ibunya.

“tidak mungkin buuuuk…! Kakak belum meninggal….! Sesal Shella

“Ibu, Shella, doakan saja Justin!  Ketahuilah, Dia sangat menyayangi kalian,  kalianlah  penyemangatnya jika bekerja. Justin sempat cerita  tentang ibu dan Shella kepada kami. Justin bekerja sebagai keneck di bus itu.  Justin sangatlah mencintai kalian,  dia ingin kalian  bahagia.

Shella dan ibu terdiam mendengar penjelasan pemuda itu,

“kakaaaaaaaaak….. “Jerit Shella

“Engkau kakakku….. aku juga menyayangimu…..!

“Kenapa engkau pergi….?”

“Aku selalu merasa sepi jika kau pergi kerja, aku selalu rindu dengan  perintah dan omelan mu, aku selalu menantikan kepulangmu. Beberapa hari ini kenapa kau tak pulang? , kakak tahu, mengapa aku terus tidur dikamar kakak? Itu karena aku merindukan kakak.  Kakak tahu mengapa aku tak mau mencuci baju kakak? Itu karena aku ingin bicara dengan kakak.  Kakak tahu mengapa aku tak  menganggap mu kakak? Itu karena aku menganggapmu sebagai  malaikatku bukan sekedar kakak. Aku tahu kakak sangat sayang pada kami dari kata-kata kakak yang tak pernah ketinggalan tuk menjaga ibu.

“Kak, kami tak pernah minta lebih dari kakak kecuali kakak pulang setelah 5 hari”, tapi kemaren kakak tak pulang, Ibu cemas, Shella cemas dan berry juga cemas kak,  kami semua sayang sama kakak”, sesal Shella.

Ibu dan Shella segera pulang dengan wajah yang super lusuh.  Kembali shella menempati kamar kakaknya tercinta. Kamar itu begitu rapi, sengaja dirapikan Justin tuk adiknya  tidur disana.  Shella memeriksa seluruh sisi kamar Justin, dia menemukan  segerumbulan surat  Justin untuk Shella, Ibu dan Berry.    sebelum berangkat kerja Justin selalu meninggalkan sebuah surat untuk ibu dan kedua adiknya. Tapi,  tidak dia berikan. Hanya disimpan didalam sebuah laci yang ada dikamarnya. Shella membaca salah satu surat dari laci itu:
Toek Shella, adikku sayang

Shella,………

Pagi ini kakak memerintahkanmu lagi untuk mencuci baju kakak. Tapi, kali ini kamu tak mau mencuci baju kakak. Sepertinya hari ini  bakal menjadi hari buruk kakak. Karena tak disentuh  oleh tangan adik yang sangat kakak sayangi.  Kamu tahu kenapa? Itu karena kakak ingin selalu bekerja dengan  menggunakan baju dari tanganmu dan lipatan Ibu, biar dapat semangat baru dari kalian.

Kamu tahu kenapa kakak melarangmu tidur dikamar kakak? Itu karena kakak tak ingin melihat kamarmu berantakan. Tapi Kamu tahu, mengapa kamar kakak rapi? Itu karena kakak ingin  memancingmu tuk selalu berada dikamar kakak.

Sekarang, kakak lagi berusaha tuk membelikanmu sebuah motor untuk kuliah, yang kau minta sama Ibu  satu tahun lalu. Maafkan kakak, jika membuatmu terluka dan sampai sekarang belum bisa membelikanmu motor.  Kakak bukanlah preman seperti apa yang ada dipikiranmu, dan bukanlah pencuri ataupun perampas seperti yang Shella  lihat beberapa hari lalu.  Kakak tahu, Shella mengikuti kakak  karena Shella  sayang kakak kan?

Kakak juga sayang kalian, Ibu, Shella dan Berry.

Kalau kakak sudah berhasil memberikan membelikanmu motor, kakak akan berikan semua surat yang kakak buat ini. Kakak tak bisa langsung cerita sama shella, hanya bisa lewat surat. Semua  tabungan kakak ada dikamar Shella, didalam lemari belajar Shella. Sengaja kakak simpan disana, biar Shella bisa ambil jika membutuhkan.  kakak nggak mau shella nantinya menjadi manja. Kakak pengen Shella itu kayak Ayah dan Ibu, tegar, kuat dan tidak banyak mengeluh. Berhentilah mengeluh adikku. Salam buat Ibu dan Berry.

Kakak menyayangi kalian……

Justin

8 komentar:

  1. Wah yg jdi perhatian awal saya adalah fotonya hehe...ajib kreatif

    BalasHapus
  2. keren mbak jadi terharu ngebacanya.

    BalasHapus
  3. Kok aku mberebes mili bacanya :(.. Sedih ih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti mbk fanny bacanya konsentrasi. Hihi
      Salam kenal mbk..

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Bengkulu

b
>

Kumpulan Emak Blogger