Saturday, June 3, 2017

8 JURUS JITU PENSIUN JOMBLO SECARA SYAR’I



Bayangkan sekarang kamu sudah di semester akhir perkuliahan, teman-temanmu sudah banyak yang lulus sementara kamu masih sibuk dengan skripsi yang tak kunjung usai. Bayangkan juga jika kamu sedang sibuk-sibuknya mengotak-atik data ujian akhir, tiba-tiba kamu melihat temanmu lewat di depanmu dengan tawa yang sumringah dan senyum yang mengembang. Pas kamu lihat, ternyata dia sudah menggandeng tangan pasanganya. Sementara kamu hanya disibukkan dengan aktivitas yang selalu bertambah. Ngenes banget kan?

Mau pacaran semantara kamu bukan tipe orang yang suka pacaran, karena kamu tahu hukumnya sudah jelas-jelas haram. Mau ngajak nikah, kamu masih malu dan  nggak tahu siapa yang mau diajak. Mau cerita dengan teman, kamu merasa lebay banget. Akhirnya kamu pusing sendiri, padahal dalam hati terdalam  kamu sedang kena virus GEGANA (Gelisah Galau Merana).  Jomblo syar’i adalah jomblo yang memang benar-benar tidak menginginkan pacaran. Baginya waktu pacaran itu ketika setelah menikah, ia akan mengungkapkan cintanya jika ia sudah benar-benar siap untuk melamar ataupun dilamar. Berikut langkahnya:

1.    Persiapkan diri

•    Luruskan niat
Segala sesuatu tergantung dengan niatnya, begitu juga dengan pernikahan. Bagaimana cara meluruskan niat? , Iillah, Billah, illallah.  Lillah berarti hanya karena Allah semata. Billah berarti dengan jalan sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan Ilallah tentunya berarti hanya ditujukan kepada Allah semata.

•    Tingkatkan Keimanan
Percaya atau tidak, jodoh itu adalah cerminan dari diri kita. Jika kita pintar, kita akan mendapatkan jodoh yang pintar. Jika kita pencuri maka kita akan mendapatkan jodoh seorang pencuri. Nah, Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang Sholeh/Sholeha maka kita harus menjadi pribadi Sholeh/Sholeha juga. Karena Jodoh adalah kita yang tentukan. Jika kita berharap mendapat yang seperti Rasulullah, maka kita harus mempunyai keimanan seperti Khadijah/Aiysah. Jika kita berharap mendapat jodoh seperti Ali bin Abi Thalib, maka kita harus seperti Fatimah. Jadi, bagaimana dirimu sekarang atau keimananmu sekarang, kurang lebih seperti itulah juga gambaran jodohmu kelak.

•    Persiapkan Keluarga
Keluarga dalam hal ini lebih menekankan kepada restu orang tua. Siap dan tidaknya seseorang untuk menikah tergantung dengan restu orang tua. Jika orang tua sudah restu dengan keputusan kita untuk menikah, itu berarti kamu sudah siap menikah. Maka, segeralahlah laksanakan. Jika mereka belum memperbolehkanmu menikah, itu berarti kamu harus lebih mempersiapkan diri lagi.

•    Misi dan Misi dalam Rumah Tangga
Sebelum melangkah lebih jauh, misi dan misi rumah tangga kedepannya haru sudah dipikirkan dan disiapkan secara jelas. Mulai dari kita mau iklim rumah tangga seperti apa, metode membelajaran islam dalam rumah tangga seperti apa. Karena Suami adalah Nahkoda dalam menjalani kehidupan rumah tangga, sementara istri adalah sebagai Ibu dan pengatur rumah tangga.

2.    Mintalah kepada Pencipta Pasangan

Jika kita sudah mempunyai satu nama untuk kita lamar, maka mintalah Allah untuk mendekatkan. Bagaimana caranya?, dekatkanlah diri sedekat-dekatnya dengan Allah.  Jika kita berjalan mendekatkan diri kepada pencinta, maka Allah akan berlari untuk mencintai kita. Jika langkah ini masih membuat kita menjomblo, maka masih ada ikhtiar lain yang bisa kita lakukan.

3.    Membuat Proposal Ta’aruf

Ta’aruf itu perkenalan yang bisa melibatkan orang tua, guru ngaji, orang orang terdekat atau lembaga. Jadi ketika kamu mulai bersedia untuk melakukan taaruf, calon pasangan jelas sudah tahu maksudmu adalah ingin menikah, baik cepat atau lambat. Proposal ta’aruf merupakan biodata kita selengkap-lengkapnya yang diuraikan secara jujur dalam bentuk tulisan. Mulai dari nama dan seperangkatnya sampai dengan kebiasaan buruk, kriteria calon pasangan yang diinginkan, kondisi keluarga sampai sumber pendapatanpun harus di jelaskan di proposal ta’aruf. Jika kita sudah menerima proposal ta’aruf, wajib hukumnya untuk kita merahasiakan semua hal  yang tertulis diproposal tersebut.  Pesan saya, tidak usah terlalu menargetkan kriteria yang tinggi. Apa adanya saja yang penting Sholeh/Sholeha

4.    Meminta Bantuan Orang Tua
Alangkah baiknya jika jodoh kita atas rekomendasi orang tua, jika orang tua kita adalah orang tua yang enak diajak ngobrolin jodoh maka berbicaralah kepada mereka bahwa kita sudah siap menikah. Kemudian mintalah bantuan mereka untuk mencarikan, barangkali orang tua kita mempunyai kenalan seseorang yang sholeh untuk kita. Namun, jika orang tua kita bukan tipe orang yang bisa di ajak ngobrolin jodoh, maka minimal mereka restu untuk kita mencari sendiri dan segera menikah.

5.    Bersilaturrahmi dengan Murobby dan Orang Terdekat

Ini adalah salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan dalam merubah status jomblo kita. Murobby adalah sebutan untuk ustad dan ustazah yang dekat dengan kita, yang mengerti kita, paham kita dan tahu tujuan kita, serta yang senantiasa menegur dan mengajari kita tentang Islam. Maka sampaikanlah niat baik kita untuk segera menikah, mintalah ia untuk mencarikan orang yang pas dengan kita. Selain itu, kita juga bisa bersilaturrahmi dengan teman-teman terdekat kita, baik itu yang sudah menikah ataupun yang belum menikah. Siapa tahu ada kenalan mereka yang juga kebetulan siap menikah. Mintalah mereka untuk memfasilitasi dalam proses ta’aruf menuju pernikahan. Kuncinya “Jangan malu untuk mengakui bahwa kita siap menikah”.

6.    Jangan Menunggu Mapan

Salah besar jika kita menikah menunggu kita mapan, belajarlah merubah paradigma tersebut. Menikahlah, maka kamu akan Mapan. Tidak usah menunggu kita berpenghasilan tetap, yang penting kita tetap berpenghasilan.  Jika kamu bisa merubah paradigmamu, berarti kamu sudah jelas siap menikah. Maka bersegrahlah.

7.  Jangan Mencari yang Sempurna


Tidak sedikit dari kita terlalu banyak tinggi kriteria,  mencari pasangan yang nilainya 8 sementara kita sendiri nilainya 6. Maka, jangan sekali-kali berpikir kita akan mendapat jodoh secara mudah, karena jodoh adalah cerminan diri. Seperti kutipan dalam buku Sakinah Bersamamu karya Asma Nadia;Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi bagaimana kita bisa menerima pasangan kita dengan sempurna

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pun menganjurkan memilih istri yang baik agamanya,

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك
“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

8.  Bersabarlah

Jika, keenam langkah tersebut kamu masih jomblo juga. Cuma satu kata kekuatanmu, yaitu “Besabarlah”.  hehe

18 comments:

  1. Wah iya mba saya dulu pacaran lama nikahnya malah sama orang lain��

    ReplyDelete
  2. Heee,,Iy mbk, jodoh emang nggak bisa di tebak ya mbk...
    klo saya pacarannya setelah menikah..hihihi

    Salam kenal mbk..

    ReplyDelete
  3. CV pernah nyampe ke Yogya, ehhh jodohnya si baba..
    Yg penting usaha dan doa yaaa ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk, modalnya cukup DUIT doang.he

      Doa
      Usaha
      Ikhtiar
      Tawakal

      Delete
    2. Iy mbk, modalnya cukup DUIT doang. hee

      Doa
      Usaha
      Ikhiar
      Tawakal

      Delete
  4. �� gapapa jomblo mbak,,, jomblo nya jomblo bahagia hhhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi
      iy ngak papa. semua akan indah pada waktunya..

      Delete
  5. Jodoh adalah rahasia Allah ya mba. Aku setuju jomblo asal bahagia. Hihih

    ReplyDelete
  6. gimana ya cara memantapkan niat untuk menikah. Kadang lihat orang yang menikah ingin juga menikah, tapi pas ada yang mau ngelamar malah jadi takut menikah... kenapa ya? *gpp curhat ya... hehehehehe*

    Trima kasih sudah follow blog Rahma, udah follback :)
    rahmaediary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu berarti tandanya mash belum siap nikah mbk, siapnya hanya ketika emosi sesaat pas liat temn2 pada pd nikah aj. hee
      kadang orang kalo kebanyakan mikirnya malah lebih banyak lagi ragu nya, meding langsung action aj mbk. asalkan calon kita siap n mantap betul untuk menjadikan kita istri, maka Bismillah aja mbk. jika calon imam sudah siap menerima kita, ya kita tinggal menyesuaikan aja..hihih

      salam kenal mbk..

      Delete
  7. Setuju banget dengan tulisannya. Dulu saya paling memegang point 6 dan 7. Tapi akhirnya luluh juga deh. :D
    Btw, izin follow blognya, ya. Yuk saling follow.:)

    ReplyDelete
  8. Jadi merenung mbaak...masih memantaskan diri mbak :') jomblo bahagia dan berkualitas ndak masalah ya mbaak. . Sambil terus berusaha dan berdoa agar dipertemukan dengan jodoh terbaik oleh Allah. Aamiin. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul...Betul...betul...(pakeekspresiupinipun)

      Delete
  9. Judulnya makjleb banget, langsung tertarik untuk membacanya. Terima kasih atas sharingnya

    ReplyDelete
  10. Nomor 7 harus di tanamkan dalam diri sebaik-baiknya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Bengkulu

b
>

Kumpulan Emak Blogger