Kamis, 18 Mei 2017

TRUE STORY : HERBAL PENYELAMAT AYAHKU DARI KEMATIAN


TRUE STORY : HERBAL PENYELAMAT AYAHKU DARI KEMATIAN








Penyakit liver merupakan terjadinya kerusakan pada hati yang disebabkan karena adanya peradangan dalam hati. Sedangkan penyakit hepatitis terjadi karena adanya virus yang menyerang hati sehingga menimbulkan hepatitis A, B, C,D, E hingga G. Liver juga merupakan salah satu organ yang sangat penting bagi tubuh, karena organ ini yang dikenal sebagai organ yang dapat menetralkan semua racun yang masuk dalam tubuh. Selain itu fungsi organ liver ini tidak dapat digantikan oleh organ tubuh lain. Gangguan fungsi hati yang parah akan menyebabkan penyakit liver. Karena penyakit liver merupakan kerusakan fungsi hati yang sudah pada tahap yang cukup parah. Penyakit yang mematikan juga di sebabkan oleh penyakit liver karena fungsi hati sangat penting untuk kelangsungan hidup. Awal penyebab penyakit liver bisa dikarenakan obat atau alkohol yang akan merusak fungsi hati, karena terlalu mamaksakan kerja hati semakin berat dan akhir nya tidak dapat di atasi lagi hingga menyebabkan penyakit liver. 

Penyakit liver memang diketahui sebagai penyakit yang juga sangat berbahaya. Sebenarnya selain melakukan pencegahan dengan mengatur pola makan dan pola hidup yang sehat, kita juga harus berkonsultasi kepada dokter agar penyakit liver yang diderita tidak semakin parah. Bagi penderita penyakit liver ini juga disarankan untuk mengkonsumsi suplemen tambahan. Biasanya, apabila penyakit liver ini sudah terlampau parah, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan transplantasi hati. Pengobatan penyakit liver ini memang selalu dihadapkan dengan pengobatan medis.

Kali ini saya akan berbagi kisah, tak lain adalah kisah hidup Super Hiro ku sendiri yaitu Ayah.
 
Kita kilas balik  22  tahun yang lalu ya…
Singkat cerita, sejak tahun 1995 Ayahku di vonis terkena sakit Liver. Sejak itu juga tak terhitung kalinya harus berapa kali keluar masuk rumah sakit dalam kurun waktu satu tahun. Waktu itu kami masih punya rumah di Kota Curup, Provinsi Bengkulu. Aku masih berumur 5 tahun, itupun setelah kurang lebih usia pernikahan orang tuaku yang ke 19 tahun. Tentu saja, dengan umurku yang masih belia, Ayah sering kali menangis sambil memelukku ketika ia kesakitan tak tertahankan. Sambil bilang “Maafkan Ayah tidak bisa membimbingmu sampai dewasa”. Bagaimana dengan aku? Ya, dengan suara cempreng aku menangis menjerit tak mau kehilangan Ayah. Tapi, lagi-lagi Ayah harus dirawat dirumah sakit. Hanya Emak  yang selalu senantisa ada disamping Ayah bak  Malaikat  penolong. Berbagai macam obat sudah di konsumsi, baik itu tradisional, herbal kemasan ataupun kimia. Terkadang sehari sampai 30 butir obat bahkan lebih yang harus Ayah konsumsi. 

Penyakit Liver Ayah terasa membuat hidup Emak dan Ayah menderita. Bagaimana tidak semenjak setelah menikah dengan Emak,  Ayah sudah sering kali terkena penyakit yang parah. Dan lagi-lagi hanya Emak sebagai pendamping sejati, sanak saudara pada kemana? Tentu saja semua pada sibuk karna sakit Ayah tiada hentinya. Pernah juga Ayah di rekomendasi untuk perawatan di rumah sakit Charitas, Palembang. Kata dokter Bengkulu di Palembang ada dokter dari Jerman yang bisa menangani penyakit Ayah. Tak lama dari sana, Ayah dan Emak  segera berangkat ke Palembang. Aku ingat sekali, kali ini aku ikut Emak mengantar Ayah berobat ke Palembang. Benar-benar bertemu dengan dokter dari Jerman. Tapi, tetap sama obat yang direkomendasikanpun tidak berbeda seperti obat yang di dapat dari dokter Bengkulu. Kecewa? Pasti. Badan sudah letih, uang sudah habis, ujung-ujungnya tidak ada perkembangan.

Liver Ayahku semakin parah, rasa sakit yang ia rasakan tiada henti. Uang yang selama ini dikumpulkan sejak menikah sudah menipis karena dipakai untuk berobat. Namun penyakit juga tak kunjung sembuh. Akhirnya Ayah mengajak Emak dan aku untuk pulang ke kebun (kami punya kebun di Pasemah, Sumatera Selatan), Kebun yang kiri-kanannya penuh dengan kopi dan hutan yang lebar serta jauh dari penduduk. Dalam perjalanan pulang, Ayah sudah merasa pasrah. Ia juga sudah tidak sanggup untuk menjalani pengobatan, ia mau hidup di kebun yang kami punya dengan tenang. Karena sudah putus asa, Ayah membeli seperangkat kain kafan (mulai dari kapas, payung, kain kafan, wangi-wangian mayat, dll). Ia sudah ikhlas jika penyakit Liver akan memisahkannya dari Emak dan Aku.  Begitu juga dengan Emak, meskipun berat jika kemungkinan terburuk itu terjadi insya Allah Emak sudah siap. Pada waktu itu, aku masih belum tahu apa-apa tentang kematian, yang aku tahu hanyalah menagis jika melihat Ayah sedang kritis.

Setelah sampai di tengah kebun yang bisa juga di katakan rumah ditengah hutan, ada orang datang tidak tau dari mana. Ia singgah, kemudian  melihat kondisi Ayah. Ia menyarankan untuk Ayah rutin meminum  Sari Temulawak.
Tanpa pikir panjang, Emak lagi-lagi tidak putus ada dan  mulai mencari dan membuatkan Ayah sari temulawak  secara rutin. Cara penyajiannya tentu saja dengan cara tradisional .

Awalnya ambil temulawak yang telah dicari tadi:
 

 
Kemudian dikupas dan diparut :




Selanjutnya diperas dan diambil airnya



Setelah diperas, air itulah yang Ayah minum secara rutin.
Ya, benar sekali. Itu adalah cara manual yang Emak lakukan untuk membantu Ayah dalam pengobatan. Namun, cara sederhana itu mampu mengembalikan tenaga Ayahku. Hingga setelah beberapa bulan mengkonsumsi temulawak, Ayahku sudah mulai bisa bekerja meskipun baru bisa melakukan pekerjaan yang ringan. Dalam jangka waktu yang lama, Emak selalu memberikan Ayah temulawak tersebut. Jika sedang sakit parah, Ayah minum sari temulawak setiap hari. Jika sedang tidak begitu sakit, Emak membuat jeda waktu dalam seminggu.

Sudah beberapa tahun berjalan, akhirnya kami menemukan bahwa memang benar-benar ada Temulawak siap saji seperti Sari Temulawak Herbadrink. Sejak kami tahu sudah ada yang instan, akhirnya kami mencoba untuk memberikannya kepada Ayah. Alhamdulillah puji Tuhan sampai sekarang Ayahku masih bersamaku dan Emak, ia masih bisa mengantarku menyelesaikan Sarjana dan juga mengantarkanku ke Pelaminan. 


Baru kusadari, kepasarahan Ayahku atas penyakitnya dan tekad Ayah yang berusaha untuk tidak merepotkan orang lain (padahal ia sudah mempersiapkan seperangkat kain kafan dan kuburan untuknya sendiri)  malah membuat ia sembuh dari Liver. Dari tahun 1995 Ayah sudah mengkonsumsi sari temulawak sampai saat ini. suatu hal yang mengejutkan kami sekeluarga, beberapa bulan yang lalu Ayah sempat dirawat dirumah sakit Kota Bengkulu. Pada saat pembacaan hasil cek labor Ayah dinyatakan dokter bebas dari Liver. Sejak saat itu kami sekeluarga sangat yakin Sari Temulawak mampu mengobati penyakit Liver. 


Saat ini kami sudah beralih dengan mengkonsumsi Sari Temulawak Herbadrink, selain rasanya yang segar cara menyajiannya yang cepat dan juga harganya yang masih terjangkau.  berdasarkan pengalaman Ayah, aku merekomendasikan Sari Temulawak untuk di konsumsi sebagai Alternatif pengobatan berbagai jenis penyakit , tidak hanya penyakit liver dan Hepatitis. 
Berikut perbedaan cara penyajian secara tradisional yang biasa kami lakukan sebelum menemukan Sari Temulawak Herbadrink.


Secara modern, berikut langkah-langkah penyajian secara lengkap:
  1. Pastika kita sudah membeli Sari temulawak Herbadrink di toko yang sudah ditentukan, seperti Giant, Hypermart, dan lainnya.
  2. Ambil satu saset herbadrink kemudian larutkan dalam kurang lebih 150 ml air apas atau dingin
  3. Sari Temulawak Herbadrink sudah siap dikonsumsi, simple bukan?

Sekarang kita sudah lihat bersama perbedaan penyajian minuman dari temulawak. Dengan aktivitas yang sering kejar target, kesibukan yang menggunung, dan waktu yang selalu kekurangan dalam 24 jam. Tentu saja saya secara pribadi memilih cara yang lebih mudah dalam pengobatan Ayah, sekalipun saya  atau Emak tidak sempat untuk membuatkan sari temulawak, dengan kehadiran Herbadrink temulawak Ayahpun dapat membuatnya sendiri. Dapat dibayangkan jika Ayah yang harus memarut sendiri temulawak untuk pengobatannya. Tapi sekarang aku sudah tidak khawatir, kehadiran Sari Temulawak Herbadrink mempermudah kami dalam merawat Ayah, mendapatkannya mudah, harganya murah dan cara penyajiannya sederhana. Berkat Sari Temulawak Liver Ayahku benar-benar menjadi sembuh total. Ketika menderita Liver badan Ayahku sangat kurus, ketika sembuh dari Liver Ayahku menjadi gemuk. 

Terima Kasih Sari Temulawak Herbadrink

9 komentar:

  1. Wah menarik untuk dicoba, ramuan tradisional ini rupanya bermanfaat☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak bermanfaat banget,, Ayah mira sampe sekarang masih minum terus..

      Hapus
  2. Alhamdulillah ya mbak, ayahnya bisa sembuh dan sehat sampai sekarang :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah mbk, livernya udah negatif..tinggal menyembuhkan penyakit lainnya..hehe

    BalasHapus
  4. Menarik untuk dicoba nih mbak, semoga ayahnya sehat selalu ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga semua yang komen disini juga sehat selalu. hehe

      Hapus
  5. Temulawak emang bagus banget untuk kesehatan, apalgi kesehatan hati yang memang harus dijaga. sehat hatinya, baik budinya n segar fisiknya..

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah berkat temulawak bisa sembuh ya. Semoga sehat selalu Ayahnya.. :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Bengkulu

b
>

Kumpulan Emak Blogger