Thursday, May 18, 2017

#MemesonaItu Ketika Suamiku Bilang “Selamat Pagi Cinta”.



#MemesonaItu Ketika Suamiku Bilang “Selamat Pagi Cinta”.



Sejak SMP, aku sudah mulai pandai merawat  dan berhias diri. Mulai dari yang paling sederhana seperti bedak, lotion, parfum sampai pada lipglous. Mana aku tahu hal-hal semacam itu semestinya belum dilakukan siswa SMP, yang aku tahu aku harus tampil cantik dan memesona. Aku ingat betul sejak SMP pula aku memakai farfum yang mempunyai aroma khas, wanginya lembut, tidak mudah hilang terbawa angin dan dengan aroma tersebut membuat aku sulit untuk bersembunyi dari teman-teman. Iyah bagaimana tidak?, parfumku memberikan branding terhadap keberadaanku.  Bertahun-tahun aku memakai parfum yang membuat identitas kehadiranku, baru aku sadari ketika SMA ternyata parfum yang aku pakai adalah Vitalis. Karena masa puberku di SMP tidak memandang merek parfumnya, hanya memandang wanginya saja yang pas untuk karakter siswa sepertiku. 

Meskipun sudah memasuki Sekolah Menengah Atas, aku tak meninggalkan kebiasaanku menggunakan parfum, namun tidak seperti ketika SMP yang setiap saat bersama parfum. Tapi tetap saja, aromo yang khas dan konsisten lagi-lagi membuat brending kehadiranku. Misalnya saja teman-temanku tidak menyadari aku ada disekitar mereka, mereka bilang “Seperti ada Che-che”, Tiba-tiba mereka melihatku “Tuh kan bener ada Che-che, soalnya ada wangi parfumnya sih” (Che-che adalah panggilanku disekolah). Dari situ aku menyadari kebiasaanku memakai parfum secara konsisten membuat orang-orang disekitarku membangun brand image terhadapku. Yah, jika ada wangi lembut tidak menyengat pasti ada aku. 

Kuliahpun menghampiri, meski sudah agak jarang memakai parfum namun tetap Vitalis menjadi pilihan. Tapi jika ditanya mana buktinya, tentu saja semua botol farfum Vitalis tidak ada yang aku simpan. Hanya tersisa dua botol yang kebetulan masih menjadi botol pakaianku, Vitalis Body Scent Blossom dan Vitalis Body Scent Glamorous. Botol Vitalis yang aku tulis tersebut mempunyai kisah romantisku. 



Karena aku sangat menyukai wangi parfum yang sering digunakan, suatu ketika disebuah acara aku malah mencium wangi Vitalis yang sama yang aku gunakan. Karena aku penasarn, aku berusaha mencari siapa yang memakai parfum yang sama denganku. Tentu saja tidak aku temukan, karena tidak mungkin aku mencium-cium pakaian setiap orang. Namun, berkali-kali dalam banyak acara yang berbeda dengan wangi yang sama sepertiku sering muncul. Aku makin penasaran, aku dapati seseorang yang setiap acara yang aku datangi, ia selalu ada. Yah, aku cuma berani memegang satu nama tanpa tahu benar apa tidak dia menggunakan parfum yang sama, ibaratnya hanya feeling saja.  Sekalipun aku tidak pernah berkomunikasi yang tidak penting dengannya, apalagi hanya sekedar menanyakan parfumnya.


Singkat cerita, aku berta’aruf dengan suamiku (Nama yang pernah aku tebak parfumnya). Tentu saja dengan ujian yang begitu banyak, akhirnya sampai pada tahap pernikahan. Kau tahu apa kadoku dimalam pertama kami?  sebuah Jam Couple berwarna hitam. Aku tidak tahu dia menyukainya atau tidak, hanya saja ia bilang “Jamnya Cantik”. Aku tidak berpikir untuk menunggu kado darinya atau meminta kado, yang aku tahu aku harus memberikan kesan pertama yang terbaik untuk suamiku.  

Karena kelelahan, aku tidur sangat pulas sekali. Aku merasa baru beberapa detik saja aku tidur malah sudah ada yang membangunkan, kesal sebenarnya. Tapi baru kusadari aku sudah bersuami. Sambil aku menahan kantuk, ada bisikan ditelinga kanan dan dari samping dipan tempat tidurku. Ia bilang Selamat Pagi Cinta, aku hanya tersenyum malu dan berpikir walaupun seperti orang yang sangar  ternyata ia romatis juga. Kemudian kudapati ada sebuah kotak berwarna merah di depan mataku, “Ini Untukmu”. Terang saja aku penasaran, ku buka berlahan kotak tersebut. Sebuah parfum bermerk Vitalis Body Scent dengan wangi Blossom dan Vitalis Body Scent Glamorous Fantasy Paris  ada di depan mataku.

Ia hanya bilang kalimat sederhana untukku:

Cukuplah Engkau Cantik dan Wangi  dihadapan Suamimu, maka Allah akan Rhido padamu”.

Setelah ia membisikkan kalimat itu ditelingaku, ia langsung pergi kemasjid untuk sholat subuh.

Setelah beberapa lama menjalani rumah tangga bersama dengannya, baru aku tahu ternyata orang yang menggunakan parfum yang sama denganku dulu adalah sekarang yang menjadi suamiku.  Wanginya Vitalis menjadi romance kisah aku dan suamiku.

Bagiku cukuplah memesona itu ketika suamiku membisikkan selamat pagi cinta dengan sebuah kotak berisi Vitalis sambil bilang Carilah keridhoan Allah dan keridhoan Suamimu, maka jadilah bidadari terindah untukku, bagiku #MemesonaItu ya kamu.

5 comments:

  1. haha, Memesona sekali ya mbak. tp banyak lo anak muda skarang yang bilang kyak gitu ke pacarnya atau mantannya,, wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang cuma berani bilang kepacar itu hanyalah laki-laki pengecut...hihihi

      Delete
  2. hhehehe...membacanya membuatku terharu dengan kisah yang romantis, ditulis dengan begitu menarik untuk dibaca...terima kasih cinta...

    ReplyDelete
  3. Duh mbak, so sweet banget mbak moment bersama vitalisnya. Semoga selalu langgeng ya dan samawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya sebuah kebetulan aj. heee
      aamiin..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Bengkulu

b
>

Kumpulan Emak Blogger