Saturday, May 6, 2017

DOA SEDERHANA



Aku mulai merasa bosan, bosan dengan semua aktivitas yang ku buat sendiri.  Kadang ku tak mampu lagi untuk berpikir,  bisikan-bisikan kerdil terkadang mampu menghasut dunia maya yang belum sempat kujelajahi dengan sandiwara tak bermula. Namun, aku sadar hidup tidak untuk kadang-kadang, tapi untuk selamanya.  

Jika aku susuri lagi mengapa aku bisa sampai disini, disisi yang penuh dengan sandiwara  yang tak kan pernah sempurna  malah membuatku semakin jatuh, jatuh dalam lobang yang paling dalam, yang orang pun tak mampu untuk  menjamahnya. Aku semakin terpuruk dengan langkah  yang takkan pernah kuhentikan, mesti aku  tak mampu lagi  meraba sedikit goresan dipundakku. 

Aku mulai goyah, goyah dengan semua pernak-pernik yang sempat aku susun sendiri. Aku mulai hancur, hancur dengan  secercah kata yang kulontarkan sendri. Aku mulai  hanyut, hanyut dengan misteri yang aku ciptakan sendiri. Dan aku mulai berpikir, aku tak mampu lagi untuk  membangun kembali puing-puing yang sempat retak dengan frame tak terbingkai.
Ketika posisiku mulai tergantikan, ia datang dengan sederhana. Berkata dengan sederhana,  menyapa dengan sederhana,  berpikir dengan sederhana, hingga iapun pergi dengan sederhana pula. Namun, aku mencoba untuk bersikap sederhana, hingga aku menanggapinya dengan sederhana. Ku pikir, semua akan berakhir sederhana juga.  Ternyata aku salah,  justru tak sesederhana yang aku pikirkan.   

Kali ini aku sadar, pikiran sederhana ku tak mampu lagi  menggantikan semua  gambaran  yang pernah ku lukiskan dalam oretan-oretan tanpa tinta.  Berulang kali ku singkirkan kata yang membuatku menjadi rapuh. Ku ciptakan  goresan-goresan   tak berujung yang penuh tanda tanya. Harus ku akui,  dalam hati aku merindunya. Merindu ia yang   belum sempat  ku sapa dalam  mimpi indahku  yang pernah memberikan sebait puisi sederhana dengan intonasi  sederhana.

Andai ku mampu menutup mata tuk tak pernah  membalas  sapa yang tengah membuat  pikiranku terperangah.  Tak ku  biarkan bibirku keluh  membalas bait sederhana  yang sempat gaduh melawan rasa yang tengah kupendam.  Kututupi semua  asa hingga setanpun  tak mampu merayu setiap detik-detik penantianku hingga Allah mengizinkannya menjadi halal untukku.  Aamien,,,,,, 

Mira Kaizen

2 comments:

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di Blog saya, jangan lupa kembali kesini lagi ya.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Bengkulu

b
>

Kumpulan Emak Blogger