Top Social

JALAN-JALAN KE BENGKULU, WAJIB TAHU WISATA SEJARAH INI

Monday, December 3, 2018
Bengkulu sebenarnya memiliki sumbangsih yang kuat terhadap Kemerdekaan Indonesia, banyak sekali peninggalan-peninggalan penjajah yang ada di Bengkulu. Mau Tahu apa saja cagar Budaya yang ada di Bengkulu, Simak di tulisanku kali ini ya.

CAGAR BUDAYA BENGKULU

1. Benteng Marlborough


Benteng Marlborough merupakan sebuah pertahanan yang di bangun oleh Inggris. Komplek Benteng ini berlokasi di pinggiran Pantai, pas banget di pinggir jalan. Lokasinya yang tinggi membuat sekitar pantai  terlihat lebih luas dan jelas. Tidak jauh dari Benteng ini berbatasan dengan Perkampungan China yang menambah destinasi wisata. 

Gubernur terakhir yang memerintah Fort Marlborough adalah  Thomas Stamford Raffles, yang saat ini sebagai penemu bunga bangkai Rafflesia pertama kali. Hingga akhirnya bunga ini juga menjadi icon Bengkulu. Peninggalan-peninggalan yang masih ada sampai saat ini menjadi Cagar Budaya Bengkulu di bawah pengawasan Badan Pelestrarian cagar Budaya (BPCB) Jambi dengan Wilayah Kerja Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung. 

Kehadiran Fort Marlborough menjadikan daya tarik tersendiri untuk berwisata, tempatnya yang nyaman, sejuk membuat pengunjung merasa lebih nyaman. Di Benteng ini juga terdapat penjara-penjara yang dahulu dijadikan penjara untuk rakyat Bengklulu. Masih banyak juga berbagai benda-benda yang masih disimpan sampai saat ini agar kita semua bisa melihat benda yang mengandung sejarah di masa penuh perjuangan itu.


Saat ini, juga sudah ada miniatur bentuk Benteng secara keseluruhan. Semua kisah perjuangan juga sudah ada di dinding-dinding ruangan yang ada di dalam Benteng. Banyak hal yang bisa kita tahu dan juga bisa kita kisahkan terhadap keluarga dan teman-teman kita mengenai Benteng. Karena informasi yang tertera sudah sangat lengkap, ditambah lagi dengan adanya patung-patung para tokoh penjajah dan foto-foto perjuangan masyarakat Bengkulu terhadap kemerdekaan Bengkulu itu sendiri, 


Di tengah lahan yang ada di dalam benteng, terlihat berjajar beberapa meriam tempo dulu. Kondisinya  masih sangat kuat dan kukuh menggambarkan bahwa senjata zaman dahulu begitu kuat dan berkualitas. Saat ini kita bisa melihat langsung bagaimana penjajah membuat senjata yang bagus untuk dijadikan senjata perang dalam menjajah Bengkulu. Bersyukur sekali, meriam ini sudah tidak digunakan untuk memerangi rakyat Bengkulu. 



Selain itu, ada juga sebuah ruangan yang dikonsep sebagai ruang Audio Visual yang dikhususkan untuk pengunjung bisa melihat gambar dan suara langsung dari perjuangan membela kemerdekaan. Kita juga diberikan informasi berupa peta mulai masuknya penjajah ke Bengkulu. 


Sangat menarik sekali jika berwisata ke sini dengan teman-teman ataupun dengan keluarga, selain berselfie ria kita juga bisa mengabadikan dengan membuat video-video yang keren.  JIka kamu tertarik kesini, kamu bisa datang ke alamat ini. 


2. Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah pengasingan Bung Karno terletak di Tengah Kota, saat ini letaknya sangat strategis. Ditambah lagi dengan deretan sentral oleh-oleh yang memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Rumah sederhana ini dahulunya  tidak bernomor dan berada di tengah rumah penduduk yang beratap ilalang.

Rumah pengasingan Bung Karno merupakan tempat tinggal Presiden pertama Indonesia pertama kali ketika beliau diasingkan di Bengkulu. Kondisi rumahnya saat ini sangat terawat dan tidak banyak berubah, sehingga masih  utuh dengan konsep rumah tradisional zaman dulu. 

Perkarangan yang luas membuat tempat ini sering dijadikan tempat untuk berbagai acara, terutama acara-acara yang mengandung edukasi terhadap Cagar Budaya Bengkulu. 


Selain itu, masih banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang bisa kita lihat. Seperti, Lemari Buku beserta buku-bukunya, berbagai foto Soekarno dan juga keluarganya, rak baju beserta baju-baju tempo dulu, kursi dan meja di ruang tamu, Sepeda ontel yang masih terpajang di ruang tengah, Terdapat juga ranjang tempat tidur yang masih utuh, ada juga beranda belakang yang sangat nyaman di jadikan tempat beristirahat para pengunjung.

Keutuhan segala benda-benda peninggalan sejarah ini tak lepas dari i'tikad masyarakat Bengkulu yang berusaha untuk turut melestarikan kecintaan terhadap para pejuang yang ada di Bengkulu. 



Saya sangat terkesan sekali melihat semua peninggalan sejarah yang pernah ada di Bengkulu, sudah sepantasnya sebagai warga Bengkulu saya harus ikut andil dalam menjaga dan melestarikan semua yang bernilai sejarah di Kota ini. 




Dibagian belakang rumah, terdapat beberapa ruangan yang dahulunya dijadikan ruangan orang-orang yang membantu Bung Karro di rumah Pengasingan ini. Terlihat juga ada sebuah sumur yang memiliki air yang sangat segar, sehingga banyak orang memanfaatkan air ini untuk menyegarkan mukanya. Jika kamu tertarik mengunjungi rumah Bung Karno, kamu bisa datang ke alamat berikut ya:


3. Rumah Fatmawati

Siapa yang tak mengenai Ibu Fatmawati?

Ibu Fatmawati merupakan asli Putri Bengkulu yang mendampingi Bung Karno menjadi Presiden Pertama di Indonesia. Beliau juga adalah perempuan yang menjahit Pusaka Merah Putih Indonesia. Pada saat itu, Bendera Pusaka kita itu dijahit di Rumah Fatmawati di Bengkulu. Besyukur sampai saat ini, mesin jahit yang digunakan ibu Fatmawati untuk menjahit Bendera tersebut masih ada dan utuh. 

Rumah Fatmawtai tidak berjauhan dengan Rumah Bung Karno, nuansa rumah juga tidak begitu berbeda. Rumah yang bernuansa panggung ini memiliki bentuk yang klasik dan elegan. Kondisinya  yang terawat membuat semua masyarakat lokal ataupun wisatawan masih bisa merasakan keasrian rumah ibu pejuang ini.


Dalam rumah Fatmawati, masih banyak sekali foto-foto zaman Soekarno dan Fatmawati tempoe doeloe. Banyak hal yang bisa kita dapatkan jika kita berkunjung kesana, informasi yang diberikan oleh penjaga rumah muapun dari informasi yang ada dirumah tersebut cukup membuat kita sedikit banyak tahu bagaimana kehidupan pada masa Bengkulu terjajah. 


Buat kamu yang saat ini sudah menjadi perempuan hebat, bagus banget untuk sempatkan waktumu mengunjungi rumah perempuan hebat yang ada di Bengkulu ini untuk kamu berbagi cerita bersama teman-teman hebatmu yang lainnya. 



4. Masjid Jamik Soekarno



Masjid Jamik mupakan masjid yang cukup terkenal di Bengkulu, letaknya yang sangat strategis di pusat kota membuat masjid ini mudah ditemukan dan gampang untuk di kunjungi. Masjid ini berkaitan erat dengan masa-masa pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Bung Karno memilih keahlian dalam mendesain arsitekur bangunan, hal itu dikarenakan Bung Karno memiliki gelar Insinyur yang di sandangnya 

Melalui keahliannya itu, Ir. Soekarno membuat beberapa kali renovasi secara menyeluruh terhadap masjid Jamik. Gaya pembangunannya pun diambil dengan nuansa Eropa dengan bubungan yang lebih tinggi dan lebih dari satu.  Proses pembangunan masjid ini dengan bantuan warga sekitar Bengkulu yang sangat bersemangat dalam mendirikan rumah ibadah kaum muslimiin. Diperkirakan proses pembangunanya membutuhkan satu tahun. 


Sampai saat ini bentuk bangunan tidak ada yang berubah, nuansa tradisional tetap terhadap bangunan ini. Masjid ini memiliki tiga buah bangunan yang menyatu. Ketiga bangunan tersebut diantaranya adalah serambi, ruang utama serta tempat untuk berwudhu. Lantai yang digunakan pada ruangan serambi adalah berupa ubin teraso putih dan memiliki bentuk persegi. Di bagian ini pula terdapat satu buah bedug dengan diameter sekitar 80 cm. Bagian pintu sendiri berjumlah dua dan menggunakan bahan teralis besi.





5. Tugu Thomas Parr


Thomas Parr merupakan residen Inggris yang terkenal sangat kejam di Bengkulu, karena kekejamannya itu membuat warga Bengkulu marah dan akhirnya merencanakan pembunuhannya di kediamannya sendiri. Konon kabarnya Thomas Parr di bunuh oleh Orang bugis yang sudah sangat kesal terhadap penjajahannya yang tidak memiliki rasa kasian tersebut. 

Untuk mengenang itulah, makam Thomas dijadikan Tugu agar masyarakat terus bisa menghargai sejarah perjuangan yang ada di Bengkulu.

Bentuk Makam Thomas ini seperti kubah, dahulunya disekitaran tugu terdapat gedung pemerintahan dan Gedung dewan EIC. Karena perkembangan, saat ini gedung tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi, karena saat ini sekitaan Tugu Thomas parr sudah penuh dengan pertokoan masyarakat Bengkulu 



Saat ini disekitar Tugu sudah sangat nyaman, dengan adanya sedikit taman dan beberapa buah kursi untuk bersantai membuat warga atau pengunjung bisa melepaskan letihnya dengan bersinggah sembari melihat-lihat Cagar Budaya yang satu ini. 



Sedikit kurangnya terhadap Tugu Thomas Parr ini, adalah kurangnya informasi tentang kisah dari bangunan yang ada di taman ini. Sehingga untuk orang yang baru pertama kali kesini, mereka tidak akan tahu bahwa tugu tersebut merupakan makam orang Inggris yang sangat kejam terhadap Bengkulu. Banyak yang beranggapan bahwa tugu tersebut hanyalah sebuah bangunan biasa saja. 



6. Makam Sentot


Makam sentot terletak di jalan Sentot Kelurahan Bajak. Sentot Alibasyah merupakan panglima perang Dipinegoro yang berjuang melawan Belanda di Pulau Jawa. Kemudian Sentot diasingkan Ke Sumatera Barat, namun karena dia memberikan dukungan terhadap Kaum Paderi, akhirnya ia ditarik dari Jawa kemudian diasingkan di Cianjur. Hingga Akhirnya ia pun dibuang di Bengkulu dan wafat di Bengkulu. 

Karena perjuangannya terhadap kemerdekaan Bengkulu dan juga Kemerdekaan Indonesia, makam Sentot dijadikan salah satu Cagar Budaya yang ada di Bengkulu. 




7. Makam Inggris


Makam Inggris terletak di Jitra, Keluarahan Teluk segara. Jika kita perhatikan, banyak sekali Cagar Budaya yang terletak disekitaran Teluk Segara. Hal ini disebabkan memang daerah ini merupakan daerah para penjajah yang ingin menguasai Bengkulu. Sehingga banyak sekali nilai sejarah yang ada di sekitar kelurahan ini. 

Komplek makam ini tidak terlepas dari kisah penjajahan terhadap Benteng Marlborough, dimana Benteng merupakan sebuah pertahanan yang memang dibangun oleh tentara Inggris. Ribuan tentara Inggris banyak mati akibat perang dan terserang penyakiit. Kisah ini juga terdapat di dinding-dinding yang ada di Benteng Marlborough. 

Sehingga ketika warga Inggris mati, akan di makam Inggirs ini. Dahulu makam Inggris ini sangat luas, namun karena perkembangan penduduk, makamnya hanya tinggal hitungan puluhan saja.  Bentuk-bentuk makam bervariasi dan juga unik, ada yang beratap ada yang tidak, ada yang berbentuk tinggi, limas, ataupun rendah. Makam memiliki warna khas Hollywood, yaitu warna putih cerah. Sekitaran makam saat ini sangat terawat dan bersih. Berdasarkan penyampaian pak Muklis bahwa makam ini sering dikunjungi oleh orang Inggris yang sedang berwisata ke Bengkulu. 






HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP KEMAJUAN  CAGAR BUDAYA BENGKULU

Menurut Jannah, sebagai seorang yang suka Traveling mengatakan bahwa, untuk saat ini tampilan dari beberapa Cagar Budaya yang ada kurang begitu menarik. Berbeda dengan Benteng Marlborough, banyak orang tertarik karena lokasinya yang luas, pemandangan yang bagus, apalagi hobi masyarakat sekarang adalah foto-foto. Sementara Cagar Budaya yang lain sepertinya karena tempatnya dari segi penampilan kurang menarik untuk  dijadikan tempat wisata kids jaman now dan juga kurangnya spot hunting foto, sementara dari segi sejarahnya sangat menarik.

Salah satu cara untuk kita mulai memperkenalkan Cagar Budaya kepada masyarakat umum lainnya, bisa dari kita mengadakan suatu event dan pihak dari pengelolah cagar budaya memberikan fasilitas untuk kita mengadakan acara disana. Misalnya lomba literasi, lomba lukis, pameran atau hanya sekedar perkumpulan suatu organisasi positif lainnya yang rutin setiap minggunya.  Sehingga orang-orang punya kesan tersendiri, bukan hanya berkunjung, tapi melakukan kegiatan positif di sekitar cagar budaya.

Sementara menurut Cepti sebagai seorang yang suka peneliatan dan berkunjung ke keluar Kota  mengatakan bahwa, Pemanfaatan cagar budaya  saat ini di Bengkulu hanya digunakan sebagai tempat pariwisata untuk orang-orang diluar kota Bengkulu, orang-orang yang  dari desa/kabupaten di Bengkulu mengujungi kota Bengkulu untuk melihat budaya-budaya atau sejarah dari Bengkulu. Begitu juga orang-orang yang diluar kota Bengkulu, contohnya saja kemarin ada tamu dari OJK yang datang ke Bengkulu bahwasanya Bengkulu adalah kota sejarah dan diketahui bahwa Bengkulu memiliki Ibu Fatmawati yang ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia. Harapan saya, cagar budaya di Bengklulu bisa dapat dimanfaatkan oleh pemuda-pemuda lokal sebagai sarana belajar. Jadi tidak hanya sekedar diketahui saja, tetapi juga bisa  tahu betul tentang nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Bengkulu dengan memanfaatkan cagar budaya  yang ada.

Agar cagar budaya dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemuda-pemuda Bengkulu, yaitu promosi. Contohnya  banyak sekali corner food yang datang itu karena promosi orang-orang. Agar mereka tahu oh ini loh pameran food/kuliner dari Bengkulu, ketika dipromosikan mengenai pameran kuliner maka orang-orang semangat untuk datang mengunjungi dan mencicipi kuliner Kota Bengkulu, begitu juga dengan wisata sejarah.

Namun sampai sekarang belum ada pameran  sejarah Kota Bengkulu  secara keseluruhan seperti yang sudah dilakukan di Pameran Kota Tua. Mereka memamerkan bebarapa sejarah atau karya-karya unik dari kotanya yang bisa diketahui dan dinikmati oleh masyarakat luas, sehingga banyak wisatawan yang berdatangan untuk melihat karya-karya yang luar biasa tersebut. Sementara saat ini Cagar Budaya hanya dijadikan sekedar foto, tanpa mengetahui sejarah dan fungsinya. Padahal pameran-pameran itu penting untuk memunculkan kreatifitas pemuda lokal yang masih belum tereksplor selain itu juga bisa menggalakkan pemuda untuk datang dan meramaikan cagar budaya yang ada di Bengkulu.

Jika dikaitkan dengan religius, karena orang-orang memiliki kepercayaan masing-masing terhadap hal-hal demikian. Saya berpikir, kalau seseorang datang ke Makam Sentot, itu karena mereka memang menghargai sebagai pahlawan. Intinya tergantung dari orang masing-masing.

Dari sistem pendidikan, sebaiknya siswa di biasakan untuk mengunjungi cagar  budaya Bengkulu. Kalau bisa ketika anak sekolah pertama kali belajar sejarah, sebaiknya dahulukan belajar sejarah daerah yang ada di Bengkulu dengan cara langsung datang ke tempat yang memiliki nilai sejarah tersebut. Sementara sekarang ini anak-anak banyak belajar sejarah nasional, sebenarnya bukan berarti tidak boleh tetapi sejarah daerah dan sejarah nasional itu harus seimbang untuk pengetahuannya. Banyak orang tau siapa pangeran Diponogoro, namun ketika ditanya siapa pahlwan di Kota Bengkulu malah tidak tahu.

Salah satu cara melestarikan budaya daerah adalah dengan membiasakan anak didik kita untuk berkunjung dengan didamping pihak sekolah. Jikalau memungkinkan untuk menjadi salah satu pelajaran dalam muatan lokal tentang budaya daerah itu akan jadi lebih baik. Minimal kita tahu tentang sejarah Bengkulu agar kecintaan kita terhadap Kota Rafflesia ini bertambah, bertambah dan bertambah.

Selain itu menurut Pak Ahmad yang ahli di bidang Agama Islam mengatakan bahwa, Destinasi wisata itu terikat dengan nilai-nilai agama, sebaiknya jauhkan dari hal-hal syirik. Tapi jika hanya sekedar tempat pariwisata, tidak masalah. Hanya saja hiburan ini dekat dengan maksiat. Misalnya datangnya berdua-dua, berbaju seksi, pergi bukan bersama mahramnya.

Selain itu posisi Bengkulu tidak strategi untuk didatangi, karena datang ke Bengklulu itu tidak bisa kemana-mana lagi.  Beda kalau seandainya kita ke Jakarta, bisa langsung ke Bandung, Bogor, dan lainnya. Sementara ke Bengkulu hanya terkhusus memang direncanakan betul ke Bengkulu. Hanya saja jika mau mengembangkan pariwisata, sekarang kita harus bersaing, misal kalau di semarang ada panangkaran ikan hiau, di Bogor ada Puncak, untuk di Bengkulu minimal ambil satu destinasi yang bener-bener menjadi objek wisata yang menakjubkan dengan banyaknya fasilitas rekreasi lainnya yang idak dimiliki oleh daerah lain.

Menurut pak Ahmad peluangnya Bengkulu ini dari pada memajukan wisata modern, lebih baik ke arah pariwisata Kota Tua yang banyak mengandung nilai sejarah perjuangan, jadi kita punya sejarah, misalnya ada Benteng Inggris, Makam Sentot, Makam Inggris dan Cagar Budaya lainnya, namun tetap harus menghilangkan nuansa syirik yang sering melekat di beberapa pengunjung.

Oleh sebab itu, dari beberapa pendapat dan harapan masyarakat Bengkulu terhadap destinasi wisata dan Cagar Budaya Bengkulu perlu adanya Ide kretif yang bisa membantu mewujudkan program Visit Wonderful Bengkulu 2020.

Ide-Ide Kreatif Mencapai Wonderful Bengkulu 2020
  1. Memberdayakan Para Penulis Bengkulu untuk menulis tentang Wisata Sejarah di Bengkulu
  2. Buatkan Paket Tour dengan Bus Toyo dengan memfasilitasi semua halte di setiap Cagar Budaya, sehingga bisa menambah minat wisata masyarakat dan anak-anak, tanpa harus memikirkan ongkos untuk pergi.
  3. Buat juga di hari weekend lebih banyak pilihan paket, dan gabungkan antara paket wisata budaya daerah dengan wisata modern lainnya. Misalnya Wisata budaya daerah di gabungkan paketnya dengan wisata snorkling ke pulau tikus dan lainnya.
  4. Untuk siswa usia sekolah, diwajibkan untuk melakukan Tour ke tempat-tempat yang bernilai sejarah di Bengkulu.
  5. Buat juga pengembangan kreatifitas oleh-oleh yang ada di Bengkulu sehingga wisatawan yang datang ke Bengkulu bisa membeli bahkan memborong simbol kekhasan daerah Bengkulu dengan harga yang terjangkau.
  6. Buat sebuah slogan Bengkulu yang menarik, seingga mudah diingat dan juga modern untuk di jadikan branding Bengkulu baik di kancah lokal, nasional dan internasional.
  7. Untuk masjid yang bernilai sejarah di Bengkulu, perlu adanya informasi yang bisa pengunjung baca dan ketahui mengenai sejarah pendirian masjid tersebut. Misalnya saja di Masjid Jamik Kota Bengkulu.

Banyaknya Cagar Budaya di Bengkulu, semoga membuat kita lebih cinta lagi terhadap Bengkulu. Buat yang belum pernah ke Bengkulu, ayo buktikan cintamu terhadap Indonesia dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.

#StrategiKebudayaan
#KongresKebudayaanIndonesia
#BPCBJambi
#BentengMarlborough
#RumahPengasinganBungKarno
#MasjidJamikSoekarno
#TuguThomasParr
#BungkerJepangBengkulu
#SetengahAbadBengkuluEmas
#WonderfulBengkulu
#Visit2020
#genpibengkulu
@genpi_bengkululu
@cagarbudayajambi
@pasarsinggahbungkarno
@blogerrafflesia

FORT MARLBOROUGH TEMPO DOELOE DAN KEKINIAN



Miniatur Bangunan Fort Marlborough

Pada pembahasan kali ini, saya akan menceritakan bagaimana perkembangan  Pemanfaatan Cagar Budaya serta harapan masyarakat terhadap Cagar Budaya yang ada di Bengkulu. Saat ini Cagar Budaya di Bengkulu menjadi tanggung jawa  Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi selaku Induk BPCB yang ada di Sumatera. Maka saya sebagai orang yang mencintai Budaya Daerah yang ada di Bengkulu, akan berbagi mengenai sejarah Fort marborough Bengkulu Tempo Doeloe dan perkembangan pemanfaatan saat ini. Karena tak lengkap rasanya jika kita Traveling ke Bengkulu tapi tidak mengunjungi Fort Marlborough yang satu ini. Oke, sebelum kita menikmati keindahan Pantai Bengkulu dari atas Benteng Marlborough dan selfie-selfie dengan angle yang cantik, kita simak dulu yuk sejarah Fort Marlborough dari masa Penjajahan hingga sampai ketangan Rakyat Bengkulu.

FORT MARLBOROUGH TEMPO DOELO




Benteng Marlborough (Fort Marlborough) merupakan bangunan untuk melindungi diri dan bertahan dari bencana alam dan gangguan manusia. Pembangunan Fort Marlborough  berlangsung selama lima tahun,  menempati lahan seluas 44.100,5m3, panjang 240,5 m dan lebar 170,5 m. Pembangunan benteng dilakukan beberapa tahap, tahap pertama diawali Joseph Collet, tahap kedua diruang lainnya dilanjutkan oleh tiga Deputi Gubernur pengganti Collet.

Pada tahun 1712-1714 Collet membangun dinding Benteng, gerbang utama, blok hunian, anjungan senjata dan bastion. Tahap berikutnya pembangunan  pagar keliling, pintu masuk, blok hunian dari kayu, kantor, hunian untuk akuntan, dokter, dan pekerja dibagian tenggara, gudang mesiu di bagian Utara, sarana bendera dibagian Timur, ruang masak dan blok hunian untuk perwira muda.

Desain Awal Fort Marlborough Tahun 1799
Pada tahun 1716-1718 pembangunan dilanjutkan oleh Thiophilus Shyllinge (1716-1717), Richard Farmer (1717-1718), dan Thomas Cooke (1718). Laporan terakhir Thomas cooke menuliskan renovasi Fort Marlborough pagar benteng dari tanah dan parit pertahanan sekitar 15 kaki sudah selesai pembangunannya.
Karakteristik Bentuk bangunan Fort Marlborough.

•    LANTAI
Lantai Benteng terbuat dari marmer hitam yang masih memperlihatkan sisa-sisa molusca pada permukaannya. Marmer ini khusus didatangkan dari Madras, India.

•    DINDING
Dinding benteng memiliki ketebalan yang berbeda antara bagian luar dan dalam. Material berupa campuran kapur, pasir dan susunan bata.

•    ATAP
Atap benteng berbentuk datar merupakan ciri khas struktur atap iklim Eropa, sementara struktur atap limasan akultural desain Barat dan Timur. Sementara genteng atap berasal dari luar Palembang dan Batavia.


SEJARAH PERJUANGAN FORT MARLBOROUGH HINGGA MENJADI MILIK RI

Alur For Marlborough dikuasai Bangsa Asing

FORT MARLBOROUGH DIBUAT OLEH INGGRIS

Benteng Marlborough adalah warisan peninggalan Pemerintah Inggris pada saat menguasai daerah Bengkulu. Nama Marlborough sendiri diambil dari nama bangsawan Penjajah Inggris yang bernama lengkap Duke Of Marlborough. Alasan Inggris masuk ke Indonesia tak lain karena adanya kekayaan rempah-rempah, cengkeh, dammar, pala dan hasil bumi lain di Nusantara yang menjadi daya tarik bangsa Eropa untuk mendatangi Negeri ini. Dimulainya dengan monopoli dagang lada oleh Belanda pada tahun 1659 di daerah kekuasaannya. Memberikan dampak buruk bagi kompeni Inggris (EIC) EAST Indian Company  kemudian mencari tempat jajahan lain, dan akhirnya sampai di muara Sungai Bengkulu pada 24 Juni 1685 dimana daerah ini merupakan daerah penghasil Lada. Setelah negosiasi dengan penguasa lokal saat itu, kompeni Inggris bermukim di daerah muara Sungai Serut Bengkulu dan mendirikan Fort York.

Sejak tahun 1714-1824, Fort Marlborough menjadi pusat kekuasaan Inggris. Namun demikian, karena keangkuhan para pemimpin Inggris, rakyat melakukan beberapa kali perlawanan terang-terangan terhadap Inggris. Setelah Bengkulu dikuasai Inggris, Benteng sempat dikuasai Prancis sampai beberapa waktu.

SEMPAT DIJAJAH PRANCIS


Selain adanya serangan dari dalam Benteng, Fort Marlborough juga mendapat serangan dari luar, pada tahun 1760 terjadi penyerangan terhadap benteng Marlborough oleh dua buah kapal Prancis dibawah pimpinan Comte d’Estaing dengan 500 orang awaknya. Setelah ada perjanjian antara Pemerintah Prancis dan Inggris di Prancis pada tahun 1763 pihak Prancis membantu memperbaiki kerusakan dan mengembalikan kepada pihak Inggris. Sehingga Fort Marborough sempat kembali lagi ketangan Inggris. Namun tidak lama kemudian, Bentang berhasil dikuasai oleh Belanda.

FORT MARLBOROUGH JATUH KETANGAN BELANDA




Pada tanggal 17 Maret 1824, perjanjian antara kerajaan Inggris dan kerajaan Belanda tentang wilayah dan perdagangan di Hindia Timur di tandatangani di London dan kemudian barulah Belanda mulai menduduki Bengkulu.

Traktat London merupakan perjanjian kerajaan Inggris dengan kerajaan Belanda pada 17 Maret 1824 di London. Perjanjian terebut dibuat untuk menyelesaikan sengketa yang timbul dari pelaksanaan perjanjian Anglo-Belanda (1814). Setelah perjanjian London, Belanda kembali ke Bencoolen, menguasai wilayah ini termasuk Fort Marborough. Data sejarah lebih banyak menjelaskan kehadiran Belanda dengan paraturan yang diterapkan kepada penduduk lokal. Kebijakan Belanda inilah yang menyebabkan pergerakan rakyak Bencoolen termasuk penyerangan rakyat Bencoolen terhadap Benteng. Pada masa Belanda, Fort Marborough berfungsi sebagai pusat penimbunan rempah sekaligus Benteng Pertahanan. Setelah Fort Marlborough dikuasai oleh Belanda, kemudian Japang mampu mengambil alih daerah kekuasaan terhadap Benteng Pertahanan ini.

FORT MARLBOROUGH DIKUASAI JEPANG


Pengenalan Bengkulu oleh Jepang telah lama dimulai sebelum kedatangan pada 24 Februari 1942. Banyak mata-mata Jepang yang menyamar menjadi pedagang di Bengkulu. Penyerangan Jepang ke Bengkulu nyaris tanpa hambatan dan perlawanan. Belanda menyatakan kalah, serah terima kekuassan antara Belanda yang diwakili oleh Residen Groenneveld dengan Koloneal Kengki mewakili Jepang dilakukan di Hotel Centrum.

Jalannya pemerintahan di Bengkulu pada masa Jepang hampir tidak jauh beda dengan Belanda. Rakyat Bengkulu dipaksa kerja Romusa membangun Bunker Jaga untuk kepentingan pertahanan dari serangan balik Belanda dan Sekutu.

Pada umumnya bentuk Bunker pertahanan Jepang berbahan semen dengan campuran batu kerikil, dengan ketebalan dinding rata-rata 25-39 cm, berbentuk persegi maupun bulat, dimana bagian kaki dan badan Bunker tertanam di dalam tanah dan hanya bagian lubang pengintai dan atap yang muncul di permukaan tanah. Fugsi utama Bunker Jaga ini sebagai pos pengintai sekaligus Bunker Petahanan dari serangan darat maupun serangan udara.


Pada tahun 1943 Jepang mengalami kekalahan di Samudera Pasifik. Tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hirosima dan Nagasaki dibom Atom oleh Amerika. Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat. Kekalahan ini membuat Jepang menjadi lemah. Sejak tanggal 15 Agustus 1945 kapal-kapal perang Jepang mulai meninggalkan Bengkulu.

FORT MARLBOROUGH RESMI MILIK BENGKULU (MASA KEMERDEKAAN)

Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.  Setelah Indonesia merdeka, Benteng Marlborough difungsikan sebagai fasilitas Lembaga Pemerintahan. Pada tahun 1945-1949, Digunakan sebagai Markas Polri. Namun Pada tahun 1949 Fort Marlborough dikuasai kembali oleh Belanda. Pada tahun 1949-1983 dapat digunakan kembali oleh Rapublik Indonesia dan digunakan sebagai Markas TNI-AD, KODIM 0407. Tahun 1983-1984 Benteng dipugar oleh Pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dan akhirnya pada tahun 2004, Fort marborough ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Kemenbudpar.

FORT MARLBOROUGH  KEKINIAN


http://www.alesha.asia
Sebagai masyarakat Indonesia terkhususnya Bengkulu, kita semestinya harus banyak-banyak bersyukur atas semua Rahmat Tuhan yang telah memberikan Kemerdekaan kepada Negara kita. Dan juga kita harus bisa menjaga Warisan Budaya Bengkulu sebagai bentuk menghargai perjuangan para Pahlawan-pahlawan kita.

Dibandingkan dengan kondisi kenyamanan Fort Marlborough Tempo Doeloe dengan kekinian, sungguh terlihat sekali dan dapat kita rasakan. Jika dahulu masyarakat disibukkan dengan peperangan merebut kekuasaan, sementara kita saat ini sudah bisa menikmati Benteng Marlborough sebagai Destinasi Wisata Bengkulu yang sangat Indah. Letak Fort Marborough yang sedikit bukit membuat kita dapat memandangi Pantai Bengkulu dari atas.

Saat ini Fort marbhorough menjadi Objek Utama wisatawan Lokal ataupun Asing dalam berwisata ke Bengkulu karena letaknya yang strategis. Karena jika kita sudah berada di Benteng ini, sudah pasti kita sudah bisa menikmati keindahan alam Pantai Tapak Paderi dan keindahan Kota Bengkulu. Bila kita bukan penduduk lokal, tidak perlu khawatir lagi karena hotel ataupun penginapan sudah banyak disekitar Benteng. Ditambah lagi sudah banyak tempat kuliner yang dapat kita pilih berdasarkan selera.

Untuk bisa berkeliling ke dalam Fort marborough kita cukup membayar Rp. 5.000, dan sudah puas masuk untuk melihat-lihat peninggalan-peninggalan dan sejarah yang ada di dalam Benteng Marlborough.

ADAPUN PENINGGALAN YANG ADA DI FORT MARLBOROUGH;








Contoh Bahan Pembuat Bangunan



Penjara Tahanan
https://www.tripadvisor.co.id
Makam Penjajah



HAL LAIN YANG DAPAT KITA NIKMATI DI FORT MARLBOROUGH;

Ruang Pamer

 
 

Ruang Audio Visual




Perpustakaan

http://www.dwiapurameity.com

RUTE PERJALANAN MENUJU FORT MARLBOROUGH

Untuk mempermudah akses perjalanan kamu menuju ke Fort Marborough, saya akan berikan  rute perjalanan ke Benteng Pertahanan ini.


Dari manapun kamu berasal, baik dari arah Curup, Utara, Selatan atau jalan lainnya. Tahap awal yang harus dilakukan adalah mencari pusat Kota yang bernama PRAPTO, kemudian jika sudah sampai Prapto, kamu ambil Alur arah jalan Pintu Batu, setelah itu kamu akan menemukan alun-alun View Tower Bengkulu yang ada di Kampung depan Polres Bengkulu. Jika sudah di depan Polres ini, kamu tetap lurus kemudian Belok Kanan. Nah, nanti kamu akan menemukan Gapura China, setelah itu kamu cukup lihat ke arah Kanan, disitulah letak Fort Marlborough Bengkulu. Untuk lebih mempermudah, ini saya berikan alur sederhana;


HAL YANG PERLU DILURUSKAN MENGENAI FORT MARLBOROUGH BENGKULU

Dikarenakan Benteng Marlborough ini merupakan peninggalan sejarah dari Bengkulu, maka banyak sekali dugaan-dugaan yang menyebar secara turun-temurun. Maka berdasarkan data yang disampaikan oleh Bapak Jhon sebagai pemandu wisata yang disiapkan oleh Media Center Pemprov Bengkulu bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi pada 2 September 2017 lalu;


TEMPAT PENGASINGAN BUNG KARNO



Banyak orang beranggapan bahwa Bung Karno pernah di asingkan di Fort Marlborough. Perlu diketahui bahwa Bung Karno TIDAK PERNAH Diasingkan/dipenjara di Fort Marlborough. Melainkan, Bung Karno hanya di Panggil ke Benteng oleh Belanda karena Bung Karno adalah seorang Arsitek untuk merancang monument Pemerintahan Belanda terhadap Jerman. 


Untuk menyikapi hal tersebut, maka Bung Karno dengan halus menumpukkan 3 buah batu diatas meja dan kemudian ditunjukkannyalah bahwa bentuk monument tersebut seperti itu. Mengapa Bung Karno tidak menggambarkan diatas kertas? Karena Bung Karno tidak mau terlibat banyak dan tidak mau meninggalkan bukti fisik terhadap Belanda.


TEROWONGAN TEMBUS KE PANTAI


Adanya informasi tentang adanya terowongan dari benteng yang bisa langsung sampai ke Tepi Pantai. Menanggapi informasi yang ini, maka dikatakan bahwa TIDAK PERNAH ADA terowongan yang bisa sampai ke Tepi Pantai. Melainkan adanya Terowongan rahasia yang bisa langsung keluar dari Benteng untuk menyelamatkan diri dari penyerangan dan juga dikarenakan pinggiran Benteng tersebut masih rawa dan sungai, maka juga telah disediakannya perahu sebagai alat penyelamat diri dari serangan musuh.

Kondisi Luar Fort Marlborough setelah Keluar dari Terowongan
BAHAN BANGUNAN DARI PUTIH TELUR

Ada juga yang mengatakan bahwa bangunan Benteng terbuat dari putih telur. Bangunan Fort Marlborough sama sekali BUKAN terbuat dari Putih Telur, melainkan dari Marmer Hitam yang masih memperlihatkan sisa-sisa molusca pada permukaannya. Marmer ini khusus didatangkan dari Madras, India. Dan juga Dinding Benteng terbuat dari Material berupa campuran kapur, pasir dan susunan bata.



Harapan Masyarakat Terhadap Fort Marlborough

Berdasarkan wawancara kepada masyarakat terhadap wisata sejarah Fort Marborough ini, ada beberapa hal yang mereka sampaikan adalah:

  1. Semoga Fort Marlborough bisa menjadi Icon Wisata Sejarah yang ada di Bengkulu
  2. Semoga wisata ini bisa menjadi wisata yang multi fungsi, misalnya bisa dijadikan tempat anak sekolah belajar, bisa menjadi tempat untuk berdiskusi, untuk pertemuan-pertemuan ringan. 
  3. Bisa bekerja sama dengan organisasi kepenulisan agar mereka juga bisa ikut andil dalam mempromosikan wisata yang ada di Bengkulu
  4. Bisa menjadi tempat berbagai macam event yang positif, misalnya event komunitas pembuat film pendek, komunitas youtuber, komunitas blogger, dengan cara menyediakan fasilitas berupa ruangan atau anjungan untuk pertemuan komunitas ini. 
  5. Menambah destinasi wisata lain di sekitaran Fort Marlborough, agar menambah minat masyarakat  lainnya untuk datang kesana. Minimal menjadi imbas dari wisata modern yang juga disediakan disekitar wisata sejarah. 
  6. Pengelolah bisa menjadikan Fort Marlborough menjadi Branding wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi dengan cara mmebuat survey kepada pengunjung tentang apa saya yang mereka harapkan ada di Benteng ini selain dari peninggalan yang bersejarah yang tidak mengurangi esensi dari sejarah yang ada. 
  7. Memfasilitasi untuk masyarakat yang hobi menulis untuk menerbitkan buku antologi mengenai wisata yang di canangkan sebagai Cagar Budaya Bengkulu. Sehingga setiap wisataone luar daerah bahkan luar negeri, bisa kita berikan oleh-oleh berupa buku wisata yang ada di Bengkulu. 
  8. Karena Indonesia ini termasuk negara yang memiliki umat Muslim terbanyak, maka alangkah baiknya ditambah fasilitas ibadah yang nyaman. 
  9. Karena Fort Marlborough ini merupakan peninggalan, semoga tidak disalahkan gunakan oleh pengunjung untuk dijadikan tempat ritual mistis. Harus ada aturan dan pengawan yang jelas agar terhindar dari prilaku syirik. 
Jika kamu menginginkan informasi lebih lengkap lagi mengenai Cagar Budaya Bengkulu, bisa juga kunjungi sosial media BPCB Jambi sebagai Badan Pelestarian Cagar Budaya yang ada di Sumatera.

Twitter: @cgarbudayajambi

Facebook: Cagar Budaya Jambi 


Auto Post Signature